Waduh, Antrean Karcis Pendaftaran BPJS di RSUD Ulin Banjarmasin Mengular, Hingga Diberi Tanda Sendal

oleh -44 views

Baru saja viral, seorang warganet menuangkan sebuah tulisan menyorot tentang sistem antrean karcis pendaftaran BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD)Ulin yang cukup panjang. Ungkapan itu diposting di akun media sosial Facebook milik Zulfaisal Putera, Selasa(2/11/2021).

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Dalam isi tulisan yang dibagikan 1.21 kali itu, pengguna akun Zulfaisal Putera mengungkapkan situasi antrean karcis pendaftaran BPJS di rumah sakit pemerintah terbesar di Kalimantan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin ini pada saat subuh pagi antara pukul 06.00 Wita dan 07.00 Wita.

Lanjut dalam tulisannya, untuk mendapatkan karcis, calon pasien harus meletakkan jejak antre di lantai. Ada yang berupa kantung amplop, surat rontgen, map, sendal, tas, botol air mineral, atau kunci motor.

Kemudian itu harus ditunggu atau diawasi agar tak ada yang menyelip jejak antre di antaranya. Sementara loket karcis katanya baru buka pukul 07.00 Wita, sedangkan calon pasien sendiri mulai antre saat subuh.

Masih dalam tulisannya, sebagai salah satu calon pasien, saya beranggapan cara antre semacam ini tidak menunjukkan kemodernan sebuah pelayanan rumah sakit utama dan menjadi rujukan banyak rumah sakit. Bahkan terkesan set back ke zaman orde lama saat rakyat antre beras. Untuk berobat, orang sakit harus rela lesehan antre di lantai rumah sakit untuk mendapatkan nomor antrean pendaftaran.

Saya mencoba memaklumi, mungkin manajemen rumah sakit kehabisan cara untuk mengantre manusia yang sakit yang akan berobat melalui BPJS.

Namun, rumah sakit lain yang sama-sama plat merah di Provinsi lain kok bisa saja pengambilan nomor karcis pendaftaran via online dengan menggunakan handphone atau cara manusiawi lainnya.

Saya yakin petinggi RSU Ulin cerdas dan canggih memikirkan mengubah cara antre ini.

Antre mendapatkan karcis nomor sejak subuh, belum lagi  antre menunggu panggilan pendaftaran di loket BPJS mulai pukul 08.00 Wita dan antre menunggu panggilan dokter di poli, juga lumayan makan waktu.

“Ah, indahnya sebuah pelayanan,” singgungnya

Mohon perkenan netizen untuk membagikan postingan ini agar viral dan mendapat respon perubahan yang lebih baik dari RSUD Ulin.

Demikian isi tulisan pemilik akun Zulfaisal Putera yang hingga kini dikomentari 3.44 netizen, dimana dari pengamatan media ini, 80% berkomentar miring terhadap pelayanan RSUD Ulin terkait pemandangan antrean karcis pendaftaran BPJS yang sangat menyedihkan tersebut

Ketika dihubungi media ini melalui telepon beberapa jam telah lewat, Zulfaisal yang bekerja sebagai Kepala Bidang Pemuda di Pemerintah Kota Banjarmasin ini, sangat menyayangkan pemandangan itu.

Dirinya mengetahui keadaan itu saat ikut mengantri karena hendak berobat, dan sekitar pukul 05.30 Wita sudah berada di tempat antrean.

“Aku lihat antrean mengular dengan berbagai benda menandai jejak antrean, aku ikut meletakkan amplop dan kunci mobil,  dan tiap menit bertambah antrean ini,” ucap Zulfaisal yang mengaku mantan jurnalis.

“Akukan mantan seorang jurnalis juga, jadi keadaan ini harus dikritisi juga, makanya aku tulislah keadaan di loket karcis pendaftaran BPJS,”  ucapnya.

Mirisnya sambung Zulfaisal, keadaan antrean yang terjadi di loket karcis pendaftaran BPJS di RSUD Ulin ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Menurut komentar para netizen, keadaan seperti ini sudah bertahun – tahun,” tandasnya.

Sementara pihak manajemen RSUD Ulin melalui Humas Yan Setiawan ketika dikonfirmasi media ini via WA barusan mengatakan, tidak membenarkan sistem antrean seperti itu.

“Mestinya tidak seperti itu, karena ketika antrian itu dibuka tidak mewakili kertas, buku atau benda apapun yang ditaruh sebagai jejak antrean,” terangnya.

Pihaknya meminta kepada security untuk mengantisipasi keadaan itu agar tidak terulang lagi.

Sedangkan pihak BPJS Cabang Banjarmasin, melalui Humasnya, Gian Reza Benedicta tidak memberikan komentar apapun.

“Apakah bapak sudah menghubungi humas rumah sakit ulin, nanti aku konfirmasi dulu ke bidang yang bersangkutan ya pak,”  responya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan mengenai pernyataan pihak BPJS cabang Banjarmasin.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.