Umumkan Laba Anjlok di Tengah Pandemi, PDAM Bandarmasih Menuai Kritikan Tajam dari BLF

oleh -203 views

Baru saja dua hari lalu, PDAM Bandarmasih menggelar jumpa pers mengumumkan bahwa laba perusahaan daerah itu di tahun 2020 menurun drastis, dan secara otomatis pendapatan juga berkurang secara signifikan.

Imbasnya, kondisi tersebut mendapat kritikan tajam dari Borneo Law Firm(BLF) Banjarmasin, yang menyebut jangan hanya cuma mengejar untung dan mengeluh kepada publik.

BANJARMASIN, koranbanjarmasin.com – Bukannya membuat rasa prihatin publik, malah pernyataan manajemen perusahaan milik Pemkot Banjarmasin yang beralamat di Jalan Ahmad Yani KM 2, 5 Banjarmasin ini memantik kritik tajam dari Borneo Law Firm(BLF) Banjarmasin.

Kepada media ini, Kamis(9/9/2021), Direktur BLF, Muhammad Fazri menyatakan, PDAM Bandarmasih harusnya bekerja secara profesional dan mengedepankan standar pelayanan publik.

“Bukan berpikir cari untung terus dengan memenuhi target stor ke kas daerah Pemko banjarmasin, jangan hanya mengeluh ke publik,” tegasnya.

Bukan hanya itu, Pengacara terkenal dan suka mengkritik kebijakan pemerintah ini menyorot soal tarif. Menurutnya, PDAM Bandarmasih harus menjelaskan subsidi tarif berapa totalnya selama ini

Dirinya mengungkap, dalam slip pembayaran terlihat retrebusi 3500-4000 dibebankan ke pelanggan. Ia bilang kemana uangnya selama ini. Dari dulu dipergunakan buat apa, lalu dikalikan dengan jumlah pelanggan.

“Dalam slip tertera retrebusi sampah,  retrebusi  apa itu? karena bila sampah, warga juga masing-masing buang sampah sendiri dan bayar lagi di komplek atau gang masing masing mandiri,” cetusnya.

Seharusnya lanjut Pazri, PDAM perlu perbaiki transparansi pelayanan, ini sangat penting, agar masyarakat tidak suudzon (berprasangka buruk).

Pazri mengingatkan, marwahnya PDAM Bandarmasih itu modalnya dari Pemprov Kalsel dan bersumber dari pajak masyarakat.

“Oleh karena itu aktifitas usahanya harus mengedepankan kepentingan rakyat terlebihnya dimasa pandemi covid saat ini,” ucapnya.

Dijelaskannya, transparansi dalam pelayanan dimulai dari terbukanya informasi pelayanan terutama tentang ketentuan tarif meteran dan tagihan biaya-biaya yang masuk dan keluar.

Kemudian, keluhan-keluhan pelanggan selama ini juga harus direspon dengan cepat, memberikan solusi, bukan sekedar lips service atau terus mengeluh.

“Sepanjang tahun 2021, bulan-bulan  dan hari ini saja PDAM selalu macet dengan membahasakan rehabilitasi jaringan pipa, ini terus terjadi, jadi bingung para pelanggan, bilangnya selalu rugi terus, storan ke kas daerah berkuranglah,” katanya.

Namun imbuh Pazri, mengapa dugaan pengadaan proyek pipanisasi begitu banyak? kalau dicek di akun media sosial FB PDAM Bandarmasih, sangat sering info perbaikan perbaikan tidak sebanding pelayannya.

Padahal katanya, ketika terjadi perbaikan pipa berakibat kemacetan air atau mati total, pelanggan juga harus mendapatkan hak ganti rugi atau konpensasi sesuai UU Perlindungan Konsumen, kenyataannya selama ini tidak pernah ada.

Kalau masih ngotot  kedepan tetap masih mau menaikan tarif atau menambah sewa meter tidak sebanding dengan pelayanannya,” itu namanya PDAM tidak adil dan tidak peka terhadap kondisi rakyat Kota Banjarmasin,” tandasnya.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.