Tradisi Baayun Maulid di Barabai Masih Sering Dilangsungkan di Rumah

oleh -259 views

Ba’ayun merupan tradisi masyarakat Hulu Sungai Tengah dari turun temurun sejak dahulu hingga sekarang, jika bulan Rabiul Awal atau bulan maulid tiba.Tak jarang masyarakat disana masih menyelenggarakan tradisi asli Banjar tersebut di rumah-rumah.

BARABAI,koranbanjarmasin.com – Tradisi ba’ayun pada bulan Maulid sering ditemui di wilayah Barabai dan sekitarnya, sebab tradisi ba’ayun ini sudah jadi kebiasaan warga masyarakat di Bumi Murakata ini.

Ayunan sendiri dihiasi dengan berbagai rupa, dengan berbagai macam makanan ringan, kue keras, permen, hingga hiasan berbentuk ketupat yang diisi uang di dalam hiasan berbentuk ketupat tersebut.

Ba’ayun ini biasanya dilakukan pada saat acara menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW, yakni di bulan Rabiul Awal atau yang biasa kerap disebut bulan maulid.

Ayunan yang terbuat dari sarung panjang( tapih bahalai,red) dan digantung menggunakan tali kekayu yang sudah terpasang di rumah si punya acara.

Pembacaan syair maulid Albarjanji, Asrafal Anam, maupun maulid Al Habsy sering dilatunkan pada saat acara ba’ayun tersebut.

Salah seorang warga Barabai, Norhayati mengaku, kegiatan seperti ini sudah turun temurun dilakukannya sekeluarga.

“Jika ada bayi yang baru lahir, atau berumur di bawah satu tahun biasanya pasti digelar seperti ini”,

Dia juga menceritakan, bayi yang diayun nanti dibuat ke dalam ayunan pada saat membaca asrakal.

“Nah disitu bayi dimasukan dan diayun selama pembacaan Asrakal, setelah pembacaan asrakal, bayi di keluarkan lagi”, ungkap Yati panggilan akrab nya.

Kegiatan seperti ini sangat jarang terlihat jika tidak bulan maulid, terlebih jika diperkotaan, namun jika bulan maulid tiba sangat gampang menemukan acara orang ba’ayun ini, seperti di daerah Barabai Hulu Sungai Tengah.

(Mj-41/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.