Terjual di Apotek Kota Barabai, Obat Bebas Terbatas Seledryl Rawan Disalahgunakan Konsumen

oleh -39 views

Obat batuk Seledryl merupakan jenis obat bebas terbatas yang kerap disalahgunakan oleh mereka yang mengkonsumsinya, mengandung Guaifenesin, Dextromethorphan HBr dan Chlorpheniramine maleate, obat tersebut dijual bebas di pertokoan obat-obatan di kota Barabai.

BARABAI,koranbanjarmasin.com – Obat ini sering disalah gunakan oleh pembeli dengan menelan hampir satu keping dengan jumlah 10 butir satu kali minum. Obat yang memilik kandungan dextromethorphan Hbr memang bisa membuat sipeminum menjadi nge-play.

M.Rizky Apoteker di salah satu apotek di kota Barabai mengungkapkan, Efek samping dari terlalu banyak mengkonsumsi obat seledryl dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.

“mampu memberikan efek halusinasi bila digunakan berlebihan (bisa menyebabkan kesulitan dalam konsentrasi, dapat memberikan efek kantuk) dan jika digunakan dalam jangka waktu lama dapat memberikan dampak buruk bagi sistem ekskresi tubuh (ginjal), ujarnya via telpon,” katanya via telpon.

Obat yang tergolong sebagi obat bebas terbatas ini di apotek memang ada namun pembeli harus dengan resep dokter, harganya pun cuma 6000 hingga 7000 rupiah saja perkepingnya. Sedangkan toko obat biasa yang melayani masyarakat tanpa resep dokter menjual obat ini dengan harga 10.000 rupiah perkepingnya.

Salah satu penjual obat tersebut yang bersedia diwawancarai mengungkapkan, dirinya menjual obat tanpa menanyakan kepada pelanggan.

“Menjual obat ini saya tidak pernah bertanya untuk apa, obat ini juga sering pembeli bilang , sili-sili, saya menjual dengan harga 10.000 karena ambila di sales sudah seharga 9000,” ujarnya.

Meski demikian dirinya mengaku obat tersebut tidak pernah diletakan secara terbuka, dan disimpan di dalam tempat khusus.

Selain itu dirinya juga tidak pernah menjual lebih dari satu keping.

“Saya tidak menjual kepada orang yang mau membeli lebih dari satu keping, saya cuma menjual satu keping satu orang,” ungkapnya.

Obat jenis selydril ini sudah dikategorikan sebagai obat keras, karena kandungan yang ada di dalamnya bisa membuat orang lupa diri.

(Mj-41/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.