Tawuran di Banjarmasin, Warga Minta Satpol PP Intens Berjaga di Titik Keributan Maskot Bekantan

oleh -37 views

Kawasan Wisata Siring Bekantan kerap dijadikan ajang tawuran oleh sekelompok oknum warga di Banjarmasin. .parahnya perseteruan antar kelompok remaja itu menggunakan berbagai senjata, termasuk senjata tajam.

Warga berharap petugas Satpol PP intens melakukan penjagaan dititik lokasi terjadinya keributan.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Dari beberapa sumber informasi yang didapat media ini di lokasi kejadian, Minggu(26/9/2021). Warga yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan tawuran itu antar dua kelompok remaja yang rata – rata berusia  dari 14 sampai 18 tahun.

“Kelompok yang satu diperkirakan 20 orang lebih, dan kelompok lawan juga demikian sama – sama banyak, makanya jalan depan siring penuh dengan anak – anak tadi, kasian pengendara motor dan mobil terganggu bahkan ada yang terhenti,” tutur warga yang mengaku sudah puluhan  tahun tinggal di kawasan Siring di Jalan Piere Tendean Banjarmasin itu.

Lanjut diceritakannya, yang membuat dirinya dan pengunjung takut, masing – masing kelompok menggunakan berbagai senjata mulai dari kayu hingga senjata tajam.

“Ada clurit tadi diputar – putar, keris, pisau dan lainnya menggunakan pentungan dari kayu ulin  ada yang panjang, ada yang pendek, pokoknya saya takut, pengunjung juga takut,”  ungkapnya.

Ditanya apakah sudah ada tindakan dari aparat kepolisian atau Satpol PP. Dirinya seketika mengatakan  tindakan kepolisian lamban, setiap datang ke TKP,  tawuran selesai dan bubar, padahal peristiwa ini sudah sering terjadi dalam beberapa minggu.

“Biasa setiap minggu, pukul 09.00 WITA sudah mulai beraksi masing – masing kelompok, ada sudah menyiapkan senjata tajam,” katanya.

“Saya sudah bilang kepada anggota Kepolisian Sektor Banjarmasin Tengah yang sempat datang ke lokasi kejadian, kata saya bapak telat, kalau mau ketemu saat berlangsung kejadian, hari Minggu pukul 09.00 WITA jangan angan datang agak siang,” sambungnya.

Sementara salah satu anggota Ajenrem 101/Antasari bernama Budi mengaku beberapa anak tawuran bersembunyi di markas Ajenrem.

“Tadi sempat sembunyi di sini mas beberapa orang dan kita amankan,” ucapnya saat ditemui dipintu penjagaan markas Ajenrem 101/Antasari didekat siring Piere Tendean.

Dirinya berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Polsek atau Polresta yang memiliki wilayah hukum di tempatnya, agar aktif melakukan patroli.

“Juga Satpol PP harus intens patroli di kawasan wisata Siring Piere Tendean, bukan hanya pedagang aja yang diburu, tetapi hal yang  mengganggu keamanan dan ketententraman pengunjung harus diperhatikan,” ucapnya sedikit tegas.

Jurnalis kemudian menemui Ketua RT setempat bernama Roni untuk meminta keterangan lebih detil, namun yang bersangkutan sedang tidak berada di rumahnya.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.