Tambahan Kuota BBM Disepakati, Organda Unit Trisakti Banjarmasin Hentikan Mogok Kerja

oleh -24 views

Organisasi Angkutan Darat(Organda) Unit Trisakti Banjarmasin menghentikan aksi mogok kerja yang semula digelar dua hari dari tanggal 1 hingga 2 November 2021. Aksi itu mereka hentikan setalah adanya upaya kesepakatan untuk penambahan kuota BBM terutama jenis solar.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Tindakan ini setelah adanya audiensi Organda dengan pihak-pihak terkait diantaranya, Pemerintah Provinsi(Pemprov) Kalsel yakni Biro Ekonomi, Komisi III dan II DPRD Kalimantan Selatan, serta pihak Pertamina dan Hiswana Migas Kalimantan Selatan.

“Aksi kami stop hari ini, besok tidak ada lagj aksi. Apabila ada yang melakukan aksi dalam bentuk apapun kami tidak bertanggung jawab, jangan libatkan kami,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan DPU Organda Trisakti Banjarmasin, Askolani kepada media ini, Senin(1/11/2021) saat ditemui di Kantor DPU Organda Trisakti Banjarmasin.

Adapun hasil kesepakan diantaranya, Organda mendesak Pertamina dan Hiswana Migas segera menyelesaikan masalah kelangkaan BBM jenis solar dengan cara menambah kuota.

“Atau memberikan jalur khusus atau jam khusus untuk kendaraan angkutan Pelabuhan Trisakti khususnya Organda,” katanya.

Poin berikutnya, untuk jangka panjang, seluruh pihak terkait itu termasuk Organda sendiri yang berkepentingan bersepakat meminta penambahan kuota untuk semua SPBU di 13 Kabupaten Kota  Kalimantan Selatan. Sebab menurutnya, ketersediaan kuota di Kalsel sangat jauh di bawah kuota di Kalimantan Barat.

“Tadi dalam kesepakatan kalau tidak salah kuota di Kalsel harus ditambah 100 atau 150 meter kubik, yang ada rasanya disebutkan tadi hanya 290 meter kubik, sedangkan Kalbar 350 meter kubik kuota tersedia,”  terangnya.

Dirinya berujar, perjuangan Organda bukan hanya terkait persoalan kelangkaan BBM Solar, tetapi jauh dan lebih utama dari itu semua yakni hakkat perjuangan sebenarnya adalah demi masyarakat Kalimantan Selatan.

Ia bilang, coba saja kami mogok akibat kesulitan sangat luar biasa mendapatkan solar, siapa yang rugi,tentu sambung Askolani, ekspedisi, masyarakat karena hampir semua barang mengalami kenaikan harga.

“Coba, apakah itu bukan masyarakat yang malah rugi semua barang sembako dan lainya, harganya melonjak naik, karena sopir – sopir tidak dapat mengantarkan barang ke agen atau distributor yang ada di luar daerah sebabnya bbmnya tidak cukup,”  urainya.

Askolani kembali betharap semua tuntutan atau aspirasi Organda dapat direalisasikan tampa menunggu waktu lama.

“Kalau tidak ada realisasasinya,maka apa boleh buat kami akan melakukan aksi lebih besar, lebih banyak. Seluruh Organda se Kalimantan Selatan akan di turunkan,” tandasnya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan media ini di lokasi aksi mogok kerja di persimpangan pintu masuk Pelabuhan Trisakti. Para sopir dari puluhan komunitas sopir memblokade jalan masuk menuju Pelabuhan Trisakti.

Sepanduk bertuliskan tuntutan sopir yang berwarna merah terpampang di badan mobil tronton. Aksi tersebut juga tidak menggangu arus lalu lalang pengguna jalan lainnya.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.