Tak Terima Arogansi Oknum Satpol PP, Ferdy Laporkan Dugaan Pemukulan Terhadap Dirinya ke Polisi

oleh -159 views

Korban dugaan pemukulan oleh oknum Satpol PP terhadap Ferdy Wibowo Sethiono berbuntut panjang, merasa tidak terima dengan tindakan itu dirinya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banjarmasin. Dugaan kekerasan tersebut terjadi saat sejumlah petugas Satpol PP Banjarmasin melakukan pembongkaran baliho dan bando, di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin belum lama tadi.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalsel, Winardi Sethiono yang juga merupakan ayah kandung korban.
Kata Wins panggilan akrabnya,tadi malam anaknya itu telah melaporkan dugaan tindak represif oleh oknum petugas Satpol PP ke Polresta Banjarmasin.

“Tadi malam saya suruh visum di rumah sakit ulin dan lapor ke Polresta,” katanya. Wins juga menepis jika Ferdy sengaja melepaskan selang gas las saat kejadian sehingga membuat petugas mengambil tindakan.

“Nggak ada melepas selang. Cuma pegang stang las. Ia cuma minta jangan di bongkar dulu,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, bahwa anaknya tersebut orang yang pendiam dan tak pernah bikin keributan. Ia sengaja datang ke lokasi untuk menanyakan surat perintah pembongkaran reklame tersebut.

“Namun, Ferdy malah jadi bulan-bulanan petugas” cetusnya.

Padahal sambung Wins, anaknya itu cuma bilang jangan dikerjakan dulu dan menanyakan surat perintah dari siapa, malah dijawab dengan dorongan,pukulan serta tendangan oleh oknum petugas Satpol PP Kota Banjarmasin itu.

“Menurut saya itu sudah arogan. Lain cerita ia ngamuk-ngamuk. Ini kan cuma sekedar nanya,” ucapnya.

Wins menyayangkan aksi dugaan pemukulan oleh oknum Satpol PP saat pembongkaran baliho bando di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin dua hari yang lalu.

Seharusnya imbuh Wins sikap aparat penegak Perda tidak harus seperti itu arogan, tidak mengindahkan pesan-pesan Kapolri Sigit Listyo.

“Kalau sudah begini, nama Satpol PP terkesan selalu anarkis terhadap masyarakat, ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Winardi juga tak tinggal diam terkait pembongkaran baliho yang dinilainya masih belum selesai persoalannya, masih ditangani DPRD Kota Banjarmasin. Dengan itu pihaknya juga akan membawa membawa persoalan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin.

Sementara Kasat Pol PP Kota Banjarmasin Ahmad Muazaiyyin ketika dihubungi melalui via Whatsapp untuk meminta tanggapan, tidak memberikan respon sama sekali.

Kemudian media iniĀ  mencoba menghubungi Kabid Ketertiban Umum Satpol PP, Hendra juga tidak berani memberikan pernyataan apapun.

“Untuk perihal ini yang bisa memberikan statement mungkin langsung dari unsur pimpinan pang lah baiknya.Kalau kami sifatnya di lapangan ini berdasarkan arahan dari pimpinan aja,” jawab Hendra melalui WA barusan.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.