Tak Bisa Lagi Gali Sumur Akibat Gigitan Ular, Kawit Jual Kembang Depan Kuburan

oleh -39 views

Kawit (64) Seorang penjual kembang di depan kuburan Muslimin Guntung Lua, Kota Banjarbaru, dulunya adalah seorang penggali sumur. Namun karena kakinya menderita cacat permanen akibat gigitan ular menyebabkan dirinya beralih profesi.

BANJARBARU,koranbanjarmasin.com – Semenjak remaja Kawit (64) sudah bekerja sebagai penggali sumur, namun musibah menimpa dirinya saat terkena gigitan ular, hingga mengubah hidupnya.

Kawit menceritakan, kejadian tersebut berawal saat dirinya mengambil upah untuk membersihkan kolam ikan milik warga, kemudian kakinya digigit ular yang membuatnya kehilangan kesadaran kurang lebih 12 jam.

“Setelah beberapa hari di rumah sakit ternyata kaki saya membengkak sangat besar yang kemudian dioperasi untuk membuang kotorannya,” tuturnya

Setelah itu ia menjalani pengobatan selama sekitar 2 tahun, lalu karena tidak ingin bergantung hidup kepada sang anak ia pun terpikir untuk berjualan kembang di kuburan.

Kata dia, penghasilan menggali sumur bisa sampai Rp. 600.000, sedangkan menjual kembang sekitar Rp.400.000 itupun jika hari Jum’at.

“Keuntungan yang didapat memang jauh berbeda dengan penghasilan menggali sumur, tapi saya tetap bersyukur Alhamdulillah tidak bergantung pada anak, hingga kini sudah 3 tahun menjual kembang saya betah begini,” ucapnya.

Harga kembang yang dijualnya pun terbilang terjangkau, yakni sekantong penuh bunga hanya dijual Rp10.000.

Adapun kembang yang dijualnya yakni jenis mawar, melati, dan kenanga yang di dapat dari kebunnya sendiri ada juga sebagian yang dibeli dari orang lain.

Kawit menambahkan, dirinya tetap bisa menerima tawaran menggali sumur namun tidak bisa maksimal seperti dulu dan harus ada yang menemani.

(Jwt/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.