Tahap Dua Berkas Perkara Dugaan Gratifkasi Alkes RSUD Ulin Banjarmasin

oleh -121 views

Kejaksaan Negeri Banjarmasin menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap dua), dari pihak penyidik kepolisian, terkait dugaan kasus gratifikasi pengadaan alat kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, Pada Rabu (24/11/2021).

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Banjarmasin, Arif Ronaldi kepada media ini usai menerima berkas perkara (tahap dua) dari penyidik kepolisian di ruang Pidsus mengatakan, nantinya kedua tersangka Subhan dan Suriawan Halim beserta barang bukti akan diserahkan dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Kejati Kalsel.

Kemudian Lanjut Arif, usai tahap dua, kedua tersangka langsung dibawa ke tempat tahanan tahti Polda Kalsel.

“Sementera kedua tersangka kami titipkan ke Tahti Polda Kalsel selama 20 hari,”  ucapnya singkat sambil buru -buru meninggalkan PTSP untuk mengantar kedua tersangka ke Tahti Polda Kalsel.

Diingatkan kembali, 31 Agustus lalu Polisi melalukan operasi tangkap tangan (OTT) seorang oknum ASN Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berinisial SB karena kasus dugaan gratifikasi.

Seorang lain yang ikut ditangkap adalah pria berinisial SH, yang merupakan rekanan dalam pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.

Keduanya ditangkap  di sebuah rumah makan, di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer Lima, Banjarmasin, oleh Anggota Direktorat Kriminal Khusus Subdit Tipikor Polda Kalsel.

Saat penangkapan pelaku gratifikasi ini, Polisi menemukan barang bukti uang tunai Rp.11,5 juta, yang  disebut sebagai hadiah atas keberhasilan memenangkan tender pengadaan alat kesehatan oleh PT Capricorn Mulia, yang diantaranya berupa tempat tidur untuk unit gawat darurat .

Kasubdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Amin Rovi waktu itu merinci, pengadaan alkes yang menjadi duduk perkara gratifikasi di antaranya berupa tempat tidur di ruang unit gawat darurat (UGD) dan alat pemeriksaan tensi.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.