Sidang OTT KPK, Bupati Abdul Wahid dan Plt PUPR Maliki Batal Jadi Saksi

oleh -48 views
Saksi Mujib Riyanto Memberikan Keterangan di Sidang Kasus OTT HSU.(foto: Leon/koranbanjarmasin.com)

Tersangka dugaan korupsi kasus OTT di Dinas PUPRP Kabupaten Hulu Sungai Utara(HSU), Abdul Wahid dan Plt Dinas PUPRP Maliki batal menjadi saksi pada sidang pemeriksaan saksi pada, Rabu(5/1/2022) di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Penyebab batalnya kedua tersangka menjadi saksi akibat buruknya sitem koneksi internet, sehingga komunikasi secara virtual terputus-putus hingga hilang tak terdengar.

“Hari ini koneksi internet tidak berpihak pada kami, setiap menghadirkan Wahid(Abdul Wahid) dan Maliki selalu gangguan,” ujar Kuasa Hukum Marhaini terdakwa dari kontraktor, Supiansyah Darham kepada media ini usai sidang.

Seharusnya lanjut Supi, saksi yang dihadirkan oleh JPU KPK ada tiga orang, Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid, Plt PUPRP Kabupaten HSU, dan Mujib Riyanto(Mujib) orang yang disuruh Maliki mengambilkan uang jatah proyek(fee).

“Sehingga yang seharusnya hari ini selesai pemeriksaan saksi, dan minggu depan pemeriksaan terdakwa, tertunda lagi,”¬†kesalnya.

Dirinya berharap, pada sidang pemeriksaan saksi mahkota minggu depan, tidak ada lagi gangguan sinyal internet.

“Mudah – mudahan sidang minggu depan sinyal internet berpihak pada kita,” harapnya.

Dalam fakta persidangan, Mujib mengaku tidak mengetahui peristiwa OTT terhadap Maliki. Ia didatangi KPK saat berada di rumah.

“Saya dijemput KPK pukul 8 malam, katanya saya harus ikut ke KPK karena saya terlibat dugaan korupsi,” tuturnya.

Lanjut, sedangkan Maliki sambungnya, ditangkap pada pukul 21.00 Wita atau jam 9 malam. Mujib juga mengaku telah ditelpon terdakwa kontraktor Fahriadi untuk menga.bil uang yang diminta Maliki, begitu juga fee proyek yang diambil di tempat Marhaini, dirinya mengaku dihubumgi terdakwa.

Keterangan Mujib seketika dibantah kedua terdakwa, mereka secara bergantian membantahnya, bahwa sebenarnya Mujiblah yang lebih dahulu menghubungi kedua terdakwa, untuk mengambil uang fee proyek atas permintaan Maliki.

Mujib kemudian ditanya oleh Majelis Hakim, apakah benar hal tersebut.

“Inggih benar, ” jawabnya sembari Hakim Ketua memberikan nasehat berkatalah apa adanya jangan berbohong.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.