Sebelum Gantung Diri, Pria di Banjarbaru Ini Ceritakan Mendapat Bisikan Dari Temannya yang Bunuh Diri

oleh -66 views

Peristiwa mengakhiri hidup dengan jalan yang salah kembali terjadi di Banjarbaru. Seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Menurut keterangan keluarga, sebelum hari kejadian pria berusia 21 tahun itu mengaku mendapat bisikan dari teman akrabnya yang sebulan lalu melakukan hal yang sama.

BANJARBARU,koranbanjarmasin.com – Peristiwa ini terjadi di Komp.Lestari, No 82, RT 04, Rw 05, Jalan Gotong Royong 3, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, Selasa (26/10/2021) malam.

Zainal (21) warga Komplek Lestari, yang sehari hari bekerja sebagai tukang parkir di Lapangan Murjani, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor menjelaskan, sehari sebelum kejadian, pria tersebut bercerita kepada pacarnya bahwa didatangi dan dibisiki untuk ikut dengan temannya yang sudah meninggal sebulan lalu dengan cara yang sama.

“Temannya ini satu bulan lalu meninggal dunia dengan cara yang sama yakni gantung diri,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi, menurut saksi mata adiknya dan pacarnya, di lokasi kejadian teman akrabnya, barang berupa kaos kaki milik temannya hilang.

“Lalu ceritanya di lokasi kejadian Zainal, ditemukan kaos kaki temannya itu di kamar, tempat dirinya gantung diri,” katanya.

Korban gantung diri ini terakhir dilihat pada siang harinya sekitar pukul 12.00 Wita. Sekitar pukul 17.30 Wita sang pacar datang ke rumah dan menemui ibu dan adiknya.

“Semua saksi, ibu, adiknya dan pacarnya ingin memeriksa kamarnya. Tetapi terkunci dari dalam, dan diintip oleh ibunya melalui lubang kecil,” ucapnya.

Saat dilihat dari lubang kecil, ibunya kaget melihat kaki sang anak menjuntai. Adiknya pun mendobrak pintu dan melihat kakaknya sudah tergantung.

“Orang tuanya kaget dan mengambil pisau untuk memotong tali dileher korban. Adik beserta pacarnya meminta bantu tetangga,” ungkapnya.

Selanjutnya, dari hasil Inafis Polres Banjarbaru tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hanya ada bekas jeratan tali di leher korban,” ujarnya.

(maf/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.