Rombongan Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru, Itulah ‘Indonesia’ Celetuk Warga yang Kecewa

oleh -80 views

Rombongan motor orang – orang kaya yang biasa disebut Motor Gede(Moge), hari ini baru saja melakukan sesuatu yang cukup mengecewakan dan menyakitkan hati warga Kota Banjarmasin.Pasalnya iring – iringan motor gede itu dengan mulus melintas di atas jembatan Alalak yang belum resmi dibuka, sementara warga harus antre hingga berjam – jam melalui jalur alternatif.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Berikut komentar warga yang berhasil dihimpun Jurnalis media ini, Rabu(22/9/2021) di Banjarmasin.

Haji Sadin salah satu tokoh masyarakat yang tinggal di Kota Banjarmasin menyampaikan kekecewaannya terhadap sekumpulan Moge yang tiba – tiba seenaknya melewati Jembatan Alalak Baru, padahal jembatan itu belum diresmikan dan dibuka secara umum.

“Sudah tahu aja jembatan kebanggaan kita itu belum diresmikan dilewati, maklum motor gede itu milik orang kaya tidak punya perasaan dengan masyarakat yang dilalui,” ujar Haji Sadin.

Dirinya berpendapat, sebagai tokoh masyarakat sangat mendukung dan ikut prihatin membaca cuitan mantan Wagub sekaligus menjadi anggota DPRD Kalsel, Rosehan Nor Bahri.

“Bahasanya sederhana dan mengena di hati rakyat, artinya itu ada perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin kalau orang kaya samua boleh melintas, kalau orang miskin pasti mikir kalu ada akibatnya,” tuturnya.

“Patuh taat dengan aturan itu adalah orang miskin, kalau orang kaya masa bodoh milik gua. Salam hormat kami orang miskin,” sambungnya.

Ada pula yang berpendapat, sangat disayangkan, sementara masyarakat hampir tiga tahun merasakan bermacet ria, sedangkan mereka dengan mulusnya melalui jembatan yang belum di resmikan dan di buka untuk umum.

“Kemarin untuk bantuan banjir Kalimantan Tengah aja buka ada waktunya. Sekali lagi tindakan ini melukai warga banua,” ucap Wahyudi warga Kuin Utara Banjarmasin.

Masjayudi salah satu warga yang tinggal di Komplek Persada Permai Handil Bakti Kabupaten Batola mengemukakan, Moge ini banyak peminatnya, kalangan pejabat tinggi, pengusaha dan orang – orang yang  punya kedudukan di pemerintahan.

“Seharusnya kalau belum diresmikan tidak boleh dilewati siapapun itu orangnya. Masyarakat yang selama ini banyak mengeluh khususnya warga Handil Bakti selama kurang lebih 2 tahun menjalani kemacetan akibat adanya pembuatan jembatan Alalak itu,” tuturnya dengan muka kecewa.

Lanjut Yudi, seharusnya kalau mau lewat di jalur yang sudah ditentukan Dinas Perhubungan, jadi tahu bagaimana antri hampir berjam-jam.

“Supaya ikut merasakan bagaimana panas dan debunya di jalan, tapi apa mau dikata, itulah Indonesia,” cetusnya.

“Oh kalau buhannya tu bebas lah kalau lewat sana , masyarakat maka am kada(tidak) bisa lalu(lewat)harus antri berjam jam dikayu tangi sini,” sahut Helda juga warga Kota Banjarmasin.

Ramdhani salah satu warga Kayu Tangi ketika dimintai tanggapan menyampaikan katanya Kasat lantas sudah pernah menegur.

“Tetapi kayaknya yang menjaga dan mengawal Moge itu Polisi Patroli pengawalan, jadi gimana ceritanya ini maka bila sore macetnya mulai dari bundaran kayutangi,” ungkapnya.

Senada, Andri juga warga Kota Seribu Sungai, mengungkapkan dirinya selaku warga setempat sangat kecewa. Apalagi Jembatan Alalak merupakan akses jalan utama lintas provinsi.

“Seharusnyakan yang mentes jalan itu bukan moge, tetapi masyarakat pengguna jalan yang bolak balik melintasi jembatan itu, kemudian kendaraan angkutan barang,” tuturnya.

“Setelah melalui ujicoba kemudian dipastikan layak atau tidak, maka setelah itu baru diresmikan,” tutupnya.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.