Raup Miliaran Rupiah dari Investasi Bodong, Dua Pasutri Tipu Puluhan Nasabah dari Tanbu dan Kotabaru

oleh -80 views

Tertangkapnya dua pasangan suami suami isteri atas dugaan penipuan berkedok investasi bodong di Tanah Bumbu, yang berhasil meraup keuntungan miliaran rupiah, pada Sabtu (6/11/2021) sekitar pukul 22.00 wita, di Desa Kerayaan Sentosa Gunung Kijang Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser Kalimantan Timur.

Belakangan ternyata nasabahnya atau para korbannya tidak hanya di Tanah Bumbu saja, melainkan hingga ke Kotabaru.

KOTABARU,koranbanjarmasin.com – Mereka adalah Noorman Efendi (24) dan Maria Sari warga Jalan Batu Benawa Gang Garuda Desa Bersujud, Muhammd Fahri (28) dan Normiati (28) warga Jalan Pesantren Rt 9 Rw 3 Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Simpangempat Kabupaten Tanah bumbu. Keduanya merupakan pasangan suami isteri yang berhasi diringkus oleh Unit Resmob Polres Tanah Bumbu bersama resmob Polres Kabupaten Paser Kalimantan Timur, yang diduga sebagai pelaku penipuan berkedok investasi bodong.

Tidak hanya di Tanah Bumbu pelaku mengelabui para korban hingga meraup keuntungan miliaran rupiah. Dari hasil pengembangan, diketahui para korban dari investasi bodong tersebut juga terdapat di Wilayah Kotabaru, bahkan beberapa korban dari Kotabaru telah melaporkan secara resmi di Polres Kotabaru.

Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil membenarkan adanya korban investasi bodong yang melaporkan ke Polres Kotabaru tersebut.

Ia mengatakan, terkait adanya laporan Masyarakat kemarin, ada beberapa warga Kotabaru yang merasa tertipu adanya investasi bodong yang mana pelakunya telah diamankan di Tanah Bumbu.

“Dari pelaku itu memang mengakui bahwa tujuan investasi bodong ini niatnya memang ingin melakukan penipuan. Nah dari hasil laporan yang kami terima dari korban, bahwa mereka ini merasa tertipu”kata Jalil kepada koranbanjar.net, Selasa (9/11/2021).

Sambung Jalil, menurut para korban di Kotabaru, dari investasi bodong itu ada anggaran yang mereka setorkan sekitar Rp.2 miliar rupiah, sehingga mereka melakukan bagi hasil, namun hasil tersebut tidak sesuai yang diharapkan oleh korban.

“Si korban ini merasa tertipu dengan hasil dari investasi tersebut yang mana tidak sesuai dengan hasil yang mereka harapkan”ujarnya.

Jalil juga menuturkan, tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi bodong tersebut, untuk itu, pihaknya membuka Posko untuk masyarakat melaporkan ke Polres Kotabaru.

“Untuk korban yang masih kami di wilayah kotabaru sekitar empat orang. Namun tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat kita yang terkait investasi bodong ini”terangnya.

Sementara itu, untuk para pelaku yang telah diamankan di Polres Tanah Bumbu, ia menjelaskan, karena di Kotabaru ada beberapa korban yang melaporkan. Maka Polres Kotabaru juga akan memproses hukum untuk para tersangka tersebut.

“Kita akan proses juga disini, namun dengan LP yang berbeda, di Tanbu kan pelaku sudah tertangkap dengan kasus yang sama, namun di kotabaru ini ada korbanya juga. Jadi pelaku ini nanti akan kita pinjam untuk pemeriksaan terkait proses hukumnya,” paparnya.

Atas kejadian ini pihak kepolisian menghimbau, khususnya masyarakat di Kotabaru, agar lebih berhati-hati lagi dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming apabila ada yang menawarkan investasi, pinjaman atau apapun itu diawal mudah.

“Diawal mungkin mudah, namun nanti diakhirnya dipersulit, sehingga masyarakat lebih cerdas lagi dalam memilih investasi ataupun pinjaman, agar masyarakat kita lebih pintar untuk melakukan transaksi dengan orang lain,” pungkasnya.

(cah/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.