Pertama di Indonesia, Jokowi Resmikan Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

oleh -22 views
Pabrik baterai untuk kendaraan listrik ini diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara dan di Indonesia dengan nilai investasi USD1,1 miliar. (Setpres RI/VOA)
Pabrik baterai untuk kendaraan listrik ini diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara dan di Indonesia dengan nilai investasi USD1,1 miliar. (Setpres RI/VOA)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021).

JAKARTA – Presiden Jokowi menyampaikan dalam pidato peresmian, pembangunan pabrik PT HKML Battery Indonesia ini merupakan komitmen pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri di Indonesia.

Dalam pidato sambutannya di acara tersebut, Jokowi membanggakan bahwa pabrik itu tidak hanya akan menjadi yang pertama di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara.

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking (peletakan batu pertama, red) pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD1,1 miliar,” ungkap Jokowi

Jokowi menjelaskan pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik tersebut adalah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melakukan hilirisasi industri.

Menurutnya, era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir dan Indonesia harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas ke hilir sehingga menjadikan Indonesia negara industri yang kuat.

“Oleh karena itu, strategi bisnis besar negara adalah keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah. Melepaskan ketergantungan pada produk-produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan sehingga bisa memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi,” tuturnya.

Jokowi meyakini, Indonesia sebagai negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia akan menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel seperti baterai litium, baterai listrik, dan baterai kendaraan listrik dalam kurun waktu 3-4 tahun mendatang.

Menurutnya, hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel secara signifikan.

“Jika diolah menjadi sel baterai nilainya bisa meningkat 6-7 kali lipat. Dan jika menjadi mobil listrik akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya yaitu 11 kali lipat. Selain itu, pengembangan industri baterai juga akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai seperti investasi motor listrik, bus listrik dan industri mobil listrik,” katanya.

Jokowi juga menegaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan bagipengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. Pemerintah, katanya, akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan bagipara investor untuk mengembangkan usahanya di tanah air.

“Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerja sama dnegan negara-negara sahabat. Saya berharap kolaboriasi antara perusahaan Korea Selatan dengan perusahaan Indonesia ini semakin bisa diperkuat termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik ini. Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya diantara perusahaan-perusahaan besar, atau BUMN tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.