Perkelahian di Sungai Lulut, Membela Teman Malah Jadi Korban Penusukan Hingga Meregang Nyawa

oleh -8 views

Bermaksud ingin membela temannya yang terjadi cekcok, akibatnya korban Safitriansyah (37) mendapat luka tusuk sebanyak dua kali hingga berujung meninggal dunia, Sabtu (13/11/2021).

BANJARBARU,koranbanjarmasin.com – Sebelum peristiwa itu, pelaku MHA (19) memiliki permasalahan dengan teman korban yakni Adam (20).

Setelah itu, pelaku bersama dua rekannya berboncengan bermaksud mencari Adam. Saat di lokasi kejadian, di Komplek Putra Gemilang, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pelaku pun bertemu dengan Adam dan korban saat di jalan.

“Adam dan pelaku pun terlibat cekcok. Korban yang tidak terima, memukul pelaku ini. Pelaku pun langsung mencabut belati,” terang Kasi Humas Iptu Suwarji, Senin (15/11/2021).

Melihat belati yang dibawa pelaku, korban pun langsung lari dan dikejar oleh pelaku. Korban sempat terjatuh saat lari, dan bergumul dengan pelaku.

“Pelaku ini langsung mengarahkan pisaunya ke korban secara brutal, dan mengenai sebanyak dua kali. Korban yang terluka berteriak meminta tolong,” lanjutnya.

Teriakan itu didengar oleh warga sekitar, namun pelaku langsung melarikan diri.

Pelaku MHA merupakan warga Desa Gudang Hirang, dan korban Safitriansyah, warga Jalan Veteran Kelurahan Melayu Banjarmasin.

“Korban sempat di bawa ke Puskesmas Sungai Lulut dan dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin, namun tak terselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Selanjutnya, kakak korban melaporkan peristiwa penganiayaan hingga berujung kematian itu ke Polsek Sungai Tabuk.

“Setelah menerima laporan itu, personil langsung bergerak mengejar pelaku,” ujarnya.

Anggota Polsek Sungai Tabuk melakukan penyelidikan ditambah data dari saksi mata di lokasi, dan didapati pelaku berada di rumahnya di Sungai Lulut, Sungai Tabuk.

“Pelaku langsung diamankan di rumahnya pada Minggu (14/11/2021) dini hari dan dibawa ke Polsek Sungai Tabuk untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” sebutnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, barang bukti atau senjata tajam jenis belati yang digunakan pelaku di buang ke semak-semak.

“Untuk permasalahan masih didalami, karena masalah itu sebenarnya antara pelaku dan teman korban,” tutupnya.

(maf/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.