Penjual Jamu Banjarbaru Terkendala Pemasaran, Peralatan dan Modal 

oleh -11 views
Home industri jamu di Kota Banjarbaru.
Home industri jamu di Kota Banjarbaru.

Yulia Purnama Rukmi mengawali produksi jamu sejak 2016. Awalnya dari kegiatan PKK, lambat laun produksi jamunya berkembang dan omzetnya puluhan juta rupiah.

BANJARBARU, koranbanjarmasin.com – “Bisnis ini berawal dari kegiatan PKK, kemudian kita bina sampai akhirnya bisa dijadikan satu tempat produksi, ada 11 orang yang aktif tergabung di kelompok Byhaf untuk memproduksi VCO dan minuman serbuk rimpang,” Yulia kepada koranbanjar.net.

Omset penjualan jamu Yulia mencapai 20 juta rupiah hingga 25 juta rupiah. Ada 5 produk jamu yang di jual. “Ada 5 jenis jamu. Yakni jahe merah instan, temulawak instan, kunyit instan, rempah instan, kencur instan,” terangnya.

Kendati demikian, dengan omzet tersebut bukan berarti Yulia tidak menemui kendala saat ini. Ada beberapa kendala dalam meningkatkan bisnis yang dijalaninya. Yakni soal pemasaran online, peralatan kerja hingga permodalan.

“Memasarkan secara online seperti saat ini lewat aplikasi seperti sophee, blibi, belum paham cara masuknya, kalo lewat WA, IG, FB sudah dilakukan”.

Kendala lain selain memasarkan secara online ada juga kendala seperti peralatan, “Kita juga terkendala di peralatan. Dulu produksi masih sedikit belum terasa pegalnya, sekarang produksi mulai banyak, ibu-ibu sering curhat minta mesin pemeras, ya sabar dulu saya bilang, mudah-mudahan nanti ada rezeki untuk mendapatkannya. Kemarin difasilitasi Diskoperindag, kita ada MOU dengan Indomaret, rencana produk kita mau ikut dijual di sana, itupun perlu modal dulu,” ungkapnya.

Kesulitan yang dihadapi Yulia juga dirasakan dipermodalan, “Kesulitan lain adalah permodalan, karena banyak juga produk kita yang nitip dulu di warung. Artinya tidak dapat uang langsung, sementara permintaan sudah mulai banyak, tapi uangnya tidak langsung. Untuk pengemasan kita bekerjasama dengan Bumdesa (Maju bersama desa Tirta Jaya),” jelas Yulia.(koranbanjarmasin.com)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.