Penanganan Kasus Korupsi KONI Banjarbaru Berjalan Lamban, Kejaksaan Akui Terkendala Penghitungan Kerugian Negara

oleh -19 views

Sudah hampir tiga tahun lamanya kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjarbaru belum terselesaikan. Keterlambatan itu diakui Kejari Banjarbaru lantaran terkendala penghitungan Kerugian Negara.

BANJARBARU,koranbanjarmasin.com – Dugaan Kasus korupsi dana hibah dari Pemko Banjarbaru kepada KONI Banjarbaru senilai 6,5 Miliar lebih sejak tahun 2018 lalu, hingga kini berkasnya masih mandek di meja tim penyidik Kejaksaan Negeri Banjarbaru.

Dikatakan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Banjarbaru Erlianti, pengungkapan dugaan kasus ini mengalami keterlambatan karena terkendala penghitungan kerugian negara di Badan Pengawasan Keuangan (BPK) RI.

“Tetap akan kami tuntaskan,” ucapnya.

Ditambahkanya juga bahwa saat ini, dirinya masih mempelajari lagi berkas-berkas sepeninggalan Kasi Pidsus yang lama, karena baru saja menjabat.

“Saya akan pelajari dulu, tapi akan terap kita teruskan dugaan kasus korupsi KONi ini,” sebutnya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banjarbaru Nala Arjunto mengatakan, pengungkapan dugaan kasus korupsi pengadaan iPad lebih cepat dibanding dengan kasus KONI, karena pembuktiannya lebih mudah bagi penyidik.

“Sedangkan KONI, melakukan penghitungan negara di BPK RI. Tidak sedikit kasus yang ditangani BPK RI, jadi disana mengalami keterlambatan,” tambahnya.

Menurutnya lagi, pihaknya akan menyerahkan surat ke BPK RI untuk kasus ini ditangani oleh BPKP Kalsel, agar lebih mudah dalam penghitungan kerugian negara.

“Agar cepat kita tetapkan tersangka jika ada kerugian negara,” katanya.

Dugaan terjadinya penyimpangan keuangan negara, atau tindak Pidana Korupsi di kubu KONI ini mencuat, setalah tidak cairnya pemberian bonus terhadap atlet yang berprestasi pada ajang Porprov di Tabalong pada tahun 2017 silam. Sehingga negara disinyalir menderita kerugian atas penyaluran dana hibah dari Pemerintah Kota Banjarbaru senilai Rp.6,5 Miliar lebih tersebut.

Dan kini penyidik kejaksaan Banjarbaru masih berkutat pada audit, untuk mengetahui perhitungan kerugianya.

(Maf/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.