Pemko Banjarbaru Tutup Sementara Danau Seran, Aditya : Itu Bekas Tambang Harus Direklamasi

oleh -16 views

Peristiwa tenggelamnya seorang mahasiswa di Danau Seran, Kota Banjarbaru, pada Minggu (31/10/2021) sekitar pukul 18.00 Wita lalu, menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru. Akibat insiden itu kini lokasi itu ditutup sementara.

BANJARBARU,koranbanjarmasin.com – Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin menyatakan, telah memerintahkan Kepala Satpol PP dan Kepala Disporabudpar untuk melakukan penutupan sementara kawasan eks galian tambang tersebut.

“Penutupan ini juga didasarkan dari kasus yang baru terjadi kemarin dan peringatan dari BMKG dimana badai La-Nina kembali yang menyebabkan curah hujan tinggi dan kita tutup untuk sementara,” tuturnya, Senin (1/11/2021).

Penutupan kawasan wisata air tidak hanya di Danau Seran saja, akan tetapi seluruh wisata air yang ada di Kota Banjarbaru. “Kami tutup sampai Badai La-Nina ini berakhir, semuanya,” ucapnya.

Aditya berujar, kalau Danau Seran itu bukan dari Rencana Pasca Tambang (RPT). “Jadi danau tersebut harus direklamasi lagi,” ucapnya.

Aditya menambahkan, danau-danau bekas tambang, Pemko memiliki gagasan untuk menjadi pusat-pusat mitigasi banjir, ia menghimbau kepada masyarakat yang tidak berkepentingan untuk tidak mendatangi ke lubang eks galian tambang tersebut.

“Tempat itu tidak boleh dibuat untuk mandi kalau menurut aturan itu tidak boleh, itu merupakan kawasan kontra karya bukan milik pemerintah kota, tetapi milik perusahaan,” tuturnya.

(Jwt/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.