Pembunuhan Banjarmasin, Tim Gabungan Bekuk Tiga Pelaku Penikaman di Soetoyo S Gang Serumpun

oleh -242 views

Lima hari melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Seotoyo S, Gang Serumpun, RT 57, Banjarmasin Barat, pada Kamis (6/10/2021) dini hari lalu tuntas. Empat orang pelaku rupanya yang terlibat dalam kasus yang menewaskan Ahmad Muzakir (22) warga Gang Setempat RT 48, Banjarmasin Barat.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Tim gabungan melibatkan Resmob Polda Kalsel, Timsus dan Jatanras Polresta Banjarmasin, dipimpin Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Faizal Rahman dan Kanit Reskrim Ipda Hendra Agustian Ginting, menangkap para pelaku di lokasi berbeda dan waktu berbeda.

Pertama polisi berhasil menangkap Andri Aprianto (18) warga Sungai Bilu Laut RT 01 Kelurahan Sungai Bilu Banjarmasin Timur, pada Senin (11/10/2021) malam, lalu Ervan Erlangga (21) warga Pematang Panjang Km 01, Kompleks Dinar Mas 3, Blok C, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, serta Hidayatullah (24 ) warga Jalan Sakapermai, Gang Irham, RT 09, Banjarmasin Barat. Keduanya dibekuk Selasa (12/10/2021) dini hari tadi.

Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Faizal Rahman, mengungkapkan antara pelaku dan korban saling kenal. Motif sendiri karena marah isteri pelaku Aan diganggu korban.

“Sebelum kejadian isteri pelaku Aan dihalangi dan diganggu korban saat melintas di TKP itu, pelaku tak terima dan melakukan penganiayaan bersama dengan dua rekannya. Peran mereka sama-sama menusuk,tetapi dari 4 mata luka itu Aan dua tusukan melayangkan senjata tajamnya,” terang Faizal pagi ini.

Selain senjata tajam diamankan polisi juga mengamankan dua buah sepeda motor ke Polsek Banjarmasin Barat, milik para pelaku.

Ketiga pelaku terancam pasal berlapis oleh penyidik. “Selain pasal 338 KUHP kami jerat mereka dengan pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana,” tegasnya.

Diketahui jika kasus ini menghebohkan warga Gang Serumpun, pada Kamis (7/10/2021) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

Ada empat mata luka bersarang ditubuh korban, yakni dua didada dan dipinggang. Korban setelah dianiaya mencari pertolongan ke rumah salah satu warga di sana.

Oleh warga dia langsung dievakuasi ke RS dr Soeharsono Banjarmasin untuk diminta pertolongan medis. Namun nyawanya tak tertolong.

Lima hari menyelidiki polisi sempat mengalami kebuntuan karena minimnya saksi saat kejadian.

Upaya lain termasuk memeriksa sendal yang didapatkan dari TKP menggunakan bantuan anjing pelacak kepada beberapa orang pemuda yang diperiksa, tak membuahkan hasil.

Berkat kerja keras dan koordinasi tim gabungan akhirnya kasus ini tuntas.

(lrn/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.