Pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru Keluhkan Tarif Retribusi Sewa Toko

oleh -25 views

Pedagang pasar bauntung Banjarbaru keluhkan tarif retribusi sewa toko, kondisi itu dikarenakan tarif yang ditetapkan dinilai cukup tinggi. Yakni sekitar Rp.320 ribu perbulannya.

BANJARBARU, koranbanjarmasin.com – Berdasarkan penuturannya, tarif sewa tempatnya berjualan daging retribusinya sekitar Rp 320 ribu per bulan, sementara penjualan daging usahanya sepi pembeli saat PPKM.

“Pendapatan kami itu turun drastis, apalagi di saat PPKM.Jadi gimana kami mau bayar retribusi di saat seperti ini,” ucapnya.

Kepala UPT Pasar Bauntung Muhammad Mahrus menjelaskan, beberapa hari yang lalu pihaknya telah melakukan rapat dengan pedagang dipimpin kepala dinas perdagangan. Dalam rapat itu pedagang meminta pembayaran retribusi dimulai pada januari 2022.

Mahrus melanjutkan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Dinas Perdagangan untuk permintaan pedagang. Selanjutnya terkait besaran retribusi Pasar Bauntung Banjarbaru tersebut dihitung permeter persegi, sehingga masing-masing berbeda.

“Hal tersebut sudah disampaikan saat rapat kepada perwakilan pedagang, Senin lalu. Perhitungan tersebut ada rumusnya permeter persegi di kali dengan kelas pasar, dan Pasar Bauntung masuk dalam kategori kelas A,” tuturnya.

Dari perhitungan tersebut didapatlah untuk ruko Rp 1.750.000, untuk toko ukuran 3×6 sekitar Rp 810 ribuan, toko 3×3 405.000, los kering sekitar Rp 250 ribu, los basah sekitar Rp 320 ribu, daging dan lainnya seusai rumus perhitungan.

Diketahui, retribusi tersebut sesuai dengan Perda No 5 Tahun 2021 yang merupakan Perda Perubahan sebelumnya yang berkaitan dengan retribusi pelayanan pasar dan retribusi pasar pertokoan No 10 Tahun 2011.

Mahrus menambahkan, kenapa beda harga los kering dan los basah? Karena los basah lebih sering menggunakan air ketimbang los kering sangat jarang.

(MJ-37/ slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.