Motif Pertikaian Berdarah di Mataraman Masih Teka-teki, Pelaku yang Brutal dan Beringas Dikenal Pendiam

oleh -19 views

Motif pertikaian berdarah di Desa Jeranih RT 4, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalsel masih teka-teki. Bahkan pelaku penikaman Abdul Warsiman dikenal warga setempat orang yang sangat pendiam.

BANJAR, koranbanjarmasin.com-Keponakan salah satu korban Sukarman (66), yang menjadi korban keganasan pelaku Abdul Warsiman mengungkapkan, antara pelaku dan korban sebetulnya memiliki hubungan yang baik-baik saja. Apalagi keduanya merupakan tetangga sebelah rumah. Bukan hanya itu, pelaku dikenal orang yang pendiam.

Saat peristiwa berdarah itu terjadi, keponakan korban bernama Dahyan kepada koranbanjarmasin.com, Rabu (13/10/2021) malam mengaku sempat mendengar suara ribut.

“Medengar suara ribut-ribut awalnya, saya posisi tidak melihat persis waktu kejadian,” ujar Dahyan. Diterangkan, pelaku ini orang pendiam di kampung. Pekerjaan sehari-hari, biasanya mencari kayu. “Pendiam orangnya,” ucapnya.

Menurut dia, antara pelaku dan korban lainnya tidak ada masalah apapun. “Tidak pernah terjadi masalah sama siapapun,” ungkapnya.

Sementara itu, korban Sukarman, bekerja sebagai buruh harian lepas. Korban juga tak pernah memiliki persoalan dengan siapapun. “Tidak pernah ada sebelumnya masalah dengan siapapun,” ungkapnya.

Dari berbagai keterangan yang didapat itu, motif peristiwa ini masih menjadi teka-teki bagi warga setempat. Karena kejadian sangat cepat, tiba-tiba pelaku melakukan penyerangan terhadap korban.

Diketahui, peristiwa berdarah ini terjadi di Desa Jeranih RT 4 Kecamatan Mataraman, pada Rabu (13/10/2021) malam.

Atas kejadian ini, ada tiga orang menjadi korban, yakni Sukarman (66) meninggal saat menuju rumah sakit karena luka yang sangat parah. Lalu, Arbain (67) yang mengalami luka parah dan harus dirujuk ke RS Sari Mulia Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut. Berikutnya, bocah berusia 16 tahun, Adit masih dirawat karena juga mengalami luka parah.

(maf/sir/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.