Mesjid Al A’la di Barabai Diproyeksikan Menjadi Cagar Budaya

oleh -43 views

Masjid Al A’la yang berada di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, akan dijadikan cagar budaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, namun masih tahap penelitian ole tim.

BARABAI,koranbanjarmasin.com – Tim survey dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Povinsi Kalimantan Selatan, didampingi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hulu Sungai Tengah menyambangi Mesjid yang berada di Desa jatuh, Kamis (4/11/2021) sore.

Konstruksi atap dalam bentuk atap tumpang yang mengecil ke atas dan puncaknya terpasang semacam mustika (Banjar : Sungkul), sekeliling bangunan bagian bawah terdapat ruang terbuka berupa serambi yang dimanfaatkan dalam fungsi-fungsi tertentu.

Guna keperluan muazzin (bilal) menyampaikan azan dibikinkan suatu tempat pada puncak bagian tengah dalam mesjid, yang dinaiki melalui tangga kecil yang khusus dibuat untuk itu.

Sejarah mesjid ini yang berdiri pada simpang tiga sungai di kampung jatuh merupakan Mesjid yang sangat tua, diperkirakan didirikan pada pertengahan abad ke-17, tempat ibadah ini bernama Mesjid Al A’la dalam bahasa arab berarti tinggi.

Di daerah ini beberapa tahun yang lalu banyak masyarakat menemukan bekas pecahan jukung/perahu kecil dengan pengayuhnya, yang terkubur dalam tanah pada waktu penggalian, seperti sumur untuk air minum, atau pembuatan kolam.

Hal itu menujukanbukti bahwa pernah adanya sungai besar yang bisa di layari di wilayah ini.

Mesjid Al A’la direncakan akan menjadi cagar budaya nasional dan sekarang masih dalam proses penelitian oleh tim ahli Cagar Budaya (TACB)

Mesjid al A ‘Ala mempunyai keunikan tersendiri dari segi bangunannya, yang masih tetap menjaga keaslian dan juga banyak para petinggi daerah yang beriktikaf di Mesjid ini karena suatu hajat yang ingin di capai.

Janah salah satu warga disana menyambut baik dengan wacana dijadikannya cagar budaya di Mesjid di daerah tempat tinggalnya itu.

“Saya pribadi sangat senang karena mesjid ini akan di jadikan cagar budaya nantinya, tentunya masyarakat lain pasti demikian, kalau dijadikan cagar budaya, mungkin nantinya bisa membangkitkan perekonomian masyarakat juga,” ujarnya.

Ditambahkannya lagi, Masjid ini merupakan Masjid kebanggan warga disana.

“Kami terkhusus bagi warga Pandawan kabupaten Hulu sungai tengah, sebab masjid yang mempunyai warisan berupa panji ini hanya ada di sini,” tutupnya.

(mj-41/slv )

No More Posts Available.

No more pages to load.