Mengintip Sekilas Sejarah Tersembunyi, Peran Warga Keturunan Tionghoa di Tanah Banjar

oleh -229 views

Mengungkap berbagai lipatan sejarah tersembunyi, mengenai kiprah kaum warga keturunan Tionghoa di Tanah Banjar, Kalimantan Selatan. Dimana sekitar 1.300 tahun yang lalu, banyak gelombang migrasi dimasa Kesultanan Banjar berdiri pada tahun 1526.

BANJARMASIN, koranbanjarmasin.com — Lembaga Kajian Keislaman & Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin mengundang para tokoh warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Banjarmasin, di Rumah Alam Sungai Andai, Banjarmasin.

Mereka mendiskusikan mengenai sejarah 1.300 tahun yang lalu, tentang peran dan kiprah masyarakat keturunan Tionghoa di tanah Banjar dalam intas sejarah di Kalimantan Selatan.

Sudah diketahui umum, warga Tionghoa lama bermukim di tanah Banjar. Mungkin sejak pertama kota ini terbuka dengan para pendatang. Terutama ketika jalur perdagangan mulai ramai, dan banyak bangsa-bangsa mendatangi tanah Banjar.

Pada saat itulah bangsa Tiongkok mendaratkan diri. Jejak sejarahnya sangat kuat, terbukti ada dua Klenteng yang berdiri megah di tengah kota, ada kampung Pecinan, sama seperti Pecinan yang ada di kota-kota lain di Indonesia – bahkan dunia.

Terungkap dalam diskusi tersebut ada beberapa gelombang migrasi, diperkirakan sejak tahun 1.300 an, sudah ada perdagangan dengan Tiongkok, ketika Kesultanan Banjar berdiri tahun 1526, juga sudah ada warga Tiongkok di Tanah Banjar.

Momen yang sangat penting adalah pada tahun 1736, ketika Sultan Hamiddullah berkuasa, ia mengangkat Liem Bian Kho sebagai Kapten Syahbandar di Pelabuhan Tatas, serta mengijinkan berdirinya perkampungan Pecinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.