Mengandung Riba dan Ancaman, MUI Tegaskan Pinjaman Online Haram!

oleh -8 views
ILUSTRASI - Pinjaman Online. (foto: msn.com)
ILUSTRASI - Pinjaman Online. (foto: msn.com)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan aktivitas pinjaman online (pinjol) usaha yang haram. Karena transaksi pinjol dinyatakan telah mengandung unsur riba, ancaman, bahkan membuka aib seseorang kepada rekan orang yang berutang.

JAKARTA, koranbanjarmasin.com – Pinjaman baik offline maupun online yang mengandung riba hukumnya haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan, demikian ditegaskan Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Soleh, Kamis (11/11/2021).

Pada dasarnya aktivitas pinjam meminjam atau utang piutang merupakan bentuk akad tabarru’ atau kebajikan atas dasar saling tolong menolong yang dianjurkan sejauh tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Apabila dalam praktiknya penagihan piutang dilakukan dengan memberikan ancaman fisik atau membuka rahasia (aib) seseorang yang tidak mampu membayar utang adalah haram.

Selain itu, bagi orang yang meminjam apabila sengaja menunda pembayaran hutang bagi yang mampu, hukumnya adalah haram.

“Adapun memberikan penundaan atau keringanan dalam pembayaran hutang bagi yang mengalami kesulitan, merupakan perbuatan yang dianjurkan (mustahab),” katanya.

MUI merekomendasikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo, Polri, dan OJK hendaknya terus meningkatkan perlindungan kepada masyarakat dan melakukan pengawasan.

Kemudian menindak tegas penyalahgunaan pinjaman online atau finansial technology peer to peer lending (Fintech Lending) yang meresahkan masyarakat.

Pihak penyelenggara pinjaman online juga hendaknya menjadikan fatwa MUI sebagai pedoman dalam semua transaksi yang dilakukan. Sedangkan bagi umat Islam, kata Niam, hendaknya memilih jasa layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip Syariah.(koranbanjarmasin.com)

Sumber: Suara.com

No More Posts Available.

No more pages to load.