Menengok Cerita Pedagang Kaset VCD/DVD di Banjarbaru yang Bertahan di Era Digital

oleh -35 views

Melesatnya perkembangan gawai dari tahun ke tahun, membuat kaset VCD/DVD semakin sepi peminatnya, sebab era digital saat ini mebuat orang sangat mudah untuk mengakses apapun, seperti menonton atau mendownload film lewat gadget.

BANJARBARU, koranbanjarmasin.com – Banyak sekali keunggulan yang ditawarkan, mulai dari akses berbagai musik yang tak terbatas. Hingga ulasan film-film dan series terupdate didapat begitu mudah hanya dalam sebuah genggaman gedget.

Bahkan penyedia musik dan film sekarang muncul dengan berbagai macam bentuk dan kegunaan. Sebut saja platform musik online yang saat ini banyak digandrungi seperti Spotify, atau film yaitu melalui Netflix dan masih banyak lagi.

Berbeda halnya di era 1990 – 2000-an, penggunaan VCD adalah sesuatu hal yang sangat menyenangkan. Selain televisi, akses untuk mendapatkan update artis idola adalah melalui VCD dan DVD meskipun bajakan, sebab daya beli masyarakat untuk membeli kepingan kaset bundar yang original sangat tidak terjangkau.

Meski demikian para penjual kaset DVD atau VCD hanya bisa bertahan di tengah gejolak digital saat ini, ditambah lagi mereka juga harus kuat menahan getir pandemi saat ini.

Seperti halnya penjual DVD/VCD Kota Banjarbaru yang bertahan dan mencoba tetap eksis menjual kasetnya hanya untuk bisa bertahan agar usahanya ini tidak gulung tikar.

“Kalo dibilang susah ya sudah pasti susah. Tapi mau gimana lagi, cuma bisa bertahan aja,” tutur penjual DVD/VCD Kota Banjarbaru, Ramli (bukan nama sebenarnya) kepada koranbanjar.net, Jum’at (12/11/2021).

Lebih lanjut ia menuturkan, penghasilan yang didapat dari kasetnya tidak menentu, bahkan tidak ada yang membeli pun pernah dijalaninya.

“Sehari kadang tidak laku, rata-rata 3 keping terjual. Harganya kalau Mp3 Rp. 7 ribu, VCD Rp. 7 ribu, DVD Rp 8 ribu, dan PS 2 Rp 8 ribu,” ucapnya.

Disinggung tentang apakah masa pandemi ini mempengaruhi penjualan, ia pun menyampaikan.

“Sudah pasti saat pandemi jelas kena banget, sebelum pandemi aja kita babak belur, apalagi pandemi gini. Tapi ya mau gimana lagi lebih baik meneruskan pekerjaan yang ada atau yang pasti-pasti aja,” tuturnya.

Ia menambahkan, yang dulunya sangat ramai berbaris penjual VCD di jalanan, namun saat ini sudah sangat jarang ditemui.

“Dulu ramai sekali berjejer di sepanjang jalan tapi karena di masa saat ini serba canggih jadi banyak yang gulung tikar,” tutupnya.

(Jwt/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.