Mencari Keadilan, M.Rafii Korban Salah Tangkap dan Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Gandeng Delapan Pengacara

oleh -38 views

Sebagai tindak lanjut dan keseriusannya untuk mencari keadilan, Muhammad Rafii Mahasiswa asal Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) yang menjadi korban salah tangkap, serta diduga mengalami tindak kekerasaan oleh sejumlah oknum polisi, memenuhi panggilan nya ke Mapolda Kalsel.

Tidak tanggung – tanggung mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, menggandeng delapan orang pengacara sekaligus.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Korban salah tangkap M. Rafii, Mahasiswa asal Barabai, Hulu Sungai Tengah(HST) didampingi beberapa orang pengacaranya dari Kantor Advokat Borneo Law Firm Kalimantan Selatan, memenuhi panggilan Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan. Pada Kamis(23/9/2021).

Direktur BLF Muhammad Pazri dalam mendampingi kliennya memberikan keterangan atas laporan yang ia masukan sebelumnya ke Propam dan Ditreskrimum Polda Kalsel, terhadap dugaan pelanggaran kode etik dan dugaan tindak pidana yang dilakukan oknum Polri.

Saat dihubungi via WA dirinya mengatakan, hendaknya aparat penegak hukum bersikap profesional dan transparan dalam melakukan proses hukum.

“Berharap polisi bersikap profesional dan transparan dalam melakukan proses hukum terhadap kasus ini,” pintanya

Lanjut Pazri membeberkan, di Ditreskrimum Polda Kalsel, Rafi menjawab 23 pertanyaan, diantaranya menceritakan kronologis kejadian.

BLF juga menghadirkan dua orang aksi dan bukti selongsong peluru yang diduga ditembakan sebagai pemberi peringatan terhadap klienya saat kejadian waktu itu.

“Jadi dugaan – dugaan itulah hari ini diuji, ada atau tidak ada unsur pidana pengeroyokan dan penganiayaan oleh oknum Polri itu,”  ungkapnya.

Pihaknya juga hingga saat ini masih menunggu informasi perkembangan pemeriksaan Bid Propam Polda Kalsel terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik.

“Harapan kami, ini menjadi terang benderang dan tidak menimbulkan asumsi liar berkaitan kasus ini, sehingga tuntas dalam penyelesaiannya,” harapnya.

Sementara Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rafi’i membenarkan adanya pemanggilan Rafii oleh Ditreskrimum Subdit I dalam hal memberikan keterangan atas laporannya.

“Ini bukti keseriusan kita Polda Kalsel untuk menelusuri apakah benar salah tangkap atau tidak,” akunya.

Kalau benar sambungnya, maka akan diproses hukum. Polda Kalsel memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang melakukan pelanggaran.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.