Lagi Tren dan Digemari, Bisnis Tembakau Tingwe di Banjarmasin Raup Omzet Menjanjikan

oleh -70 views

Rokok lintingan atau Tingwe yang artinya melinting dewe(sendiri) tembakau rokok yang diinginkan, semakin ngetren di tengah masyarakat berbagai kalangan di Indonesia, termasuk di Banjarmasin. Layaknya penggemar kopi yang mencampur beberapa kopi untuk menciptakan rasa, tingwe juga memadukan aneka tembakau untuk menemukan selera bagi penghisap atau penikmatnya.

BANJARMASIN, koranbanjarmasin.com – Bukan hanya menikmati tembakau, namun tembakau tingwe bisa dijadikan bisnis jual beli yang sangat menguntungkan. Seperti yang dilakukan salah satu warga Banjarmasin bernama Tono.

Ditemui di toko penjualan tembakau tingwe miliknya bernama Toko Rokoku Bako, yang terletak di jalan Laksana Intan, Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Minggu(14/11/2021). Tono mengatakan berjualan tembakau tingwe bukan saja menguntungkan, melainkan membangun narasi masyarakat Kota Seribu Sungai bahwa tembakau tingwe bukan hanya dikonsumsi oleh orang – orang zaman dahulu.

“Melainkan juga bisa dikonsumsi anak muda sekarang,”  ujarnya.

Tono menceritakan, sebelum membuka jualan tembakau tingwe di Banjarmasin, berawal dirinya bersama keluarga suka liburan ke Jogyakarta.

“Sekalian juga nengok mertua disana, disamping jalan – jalan,”  ungkapnya.

Lanjut diceritakannya, di kota keraton tersebut, Tono memanfaatkan waktu selama kurang lebih empat bulan untuk mengenal, dan menyelami seluk beluk tembakau tingwe dan pangsa pasar penjualan tembakau tingwe di wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya.

“Setelah saya menyisir ke beberapa toko, ternyata bisnis penjualan tembakau tingwe.sangat luas,” ucapnya.

Setelah mengetahui hal itu, akhirnya membuat Tono yang juga pernah menbuka usaha Rumah Parkkt Banjarmasin ini, berpikir, mengapa tidak buka bisnis penjualan tembakau tingwe atau rokok linting di Banjarnasin dengan konsep lebih modern.

Pria ini juga pernah menyusuri dan berkunjung ke beberapa komunitas tingwe. Disana dirinya mengamati perkembangan tembakau tingwe saat ini jauh lebih maju dan modern atau kekinian.

“Seperti alatnya bermacam – macam, jadi budaya life style, perpaduan antara.seni linting zaman dahulu dengan gaya masa kini atau kekinian,”  terangnya.

Terkait bagaiimana nantinya mengembangkan usaha penjualan tembakau tingwe ini di Banjarmasin mengingat budaya yang berbeda dengan Pulau Jawa.

“Saya rasa secara umum atau secara garis lurus pengertian tingwe itu sama, yang berbeda hanya cara pengembangannya,” terangnya.

Tono mendirikan Toko Rokoku Bako ini baru sekitar lima bulan. Saat itu tembakau yang dijual hanya ada beberap merk, tiga sampai sampai merk, sedangkan untuk filter hanya menjual beberapa bungkus.

Adapun produk utama yang dijual adalah Taro Martani, jenis tembakau keluaran pabrikan lama, tanpa promosi sudah terkenal.

Kemudian merk Jago Rasa dan ketiga adalah hasil racikan sendiri bersama kawan – kawannya yang dijual per gram. Seiring waktu, produk yang dijual hingga sekarang berjumlah ratusan dari betbagai jenis  dan merk tembakau tingwe dengan harga yang bervariasi.

“Mudah – mudahan peminat rokok tingwe di Banjarmasin makin meningkat dan tambah digemari di Kota Seribu Sungai,” harapnya.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.