KPK Sita Berkas dan Dokumen Penting dari Rumah Dinas Bupati HSU Abdul Wahid

oleh -40 views

Setelah hampir sembilan jam lamanya dilakukan penggeledahan di kediaman rumah dinas Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid, pada Minggu (19/09/2021). KPK menyita berkas dan dokumen penting, yang diduga ada kaintanya dengan kasus OTT yang baru saja ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi.

AMUNTAI, Koranbanjarmasin.com – Hingga pukul 00.25 Wita ,Senin dini hari (20/9/2021) petugas KPK terlihat keluar dari kediaman Rumah Dinas Bupati HSU H Abdul Wahid.

Tak banyak informasi yang didapat para awak media saat mengetahui pengeledahan yang dilakukan secara tertutup ini, namun dipastikan KPK membawa sejumlah kotak dan kardus hasil pengeledahan, yang diduga berisi sejumlah berkas dan dokumen penting, yang diduga ada kaintanya dengan kasus OTT yang baru saja ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi.

Begitu juga saat rombongan mobil KPK usai berakhir melakukan penggeledahan, empat buah mobil yang keluar dari rumah dinas Bupati dengan pengawalan dua mobil kepolisian inipun, tidak diketahui siapa saja yang berada di dalamnya.

Terkait status dan keberadaan Bupati Abdul Wahid, sampai saat ini tidak bisa dipastikan, apakah ikut dibawa oleh petugas KPK atau masih berada di kediaman rumah dinasnya.

Dari informasi yang didapat, sampai terakhir pengeledahan Bupati Abdul Wahid masih ada dikediamannya, namun sempat ada juga yang melihat istri bupati membawa masuk koper ke dalam mobil.

Namun belum biasa dipastikan status keberadaan sang Bupati apakah turut dibawa oleh tim KPK.

Menariknya dalam proses penggeledahan rumah dinas ini, disaat mobil tim KPK keluar dari lokasi, dimana warga menyambutnya dengan sangat antusias, bahkan sampai terdengar terikan dukungan terhadap KPK.

“Babat habis pa, bersihkan kota kami dari Kuroptor,”teriak salah satu warga , saat mobil KPK keluar habis pengeledahan.

Diketahui Penggeledahan ini diduga merupakan rentetan dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu (15/9) malam.

Dari OTT itu, KPK mengamankan Plt Kepala Dinas PU, Maliki dan dua kontraktor, Marhaini, dan Fachriadi. Selain ketiganya, KPK juga menyita Rp345 juta. Uang ini diduga kuat hasil suap ke Maliki atas proyek rehabilitasi di DIR Banjang dan Kayakah.

(Mj-42/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.