Ketua DPRD Tabalong Tak Tahu Ada Anggotanya Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati HSU

oleh -15 views

Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Kalsel, terkait tindak lanjut kasus suap yang menyeret Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid. Tidak hanya dari HSU, ada juga pejabat dari Pemerintah Kabupaten Tabalong.

TANJUNG,koranbanjarmasin.com – Sejumlah saksi terkait kasus korupsi Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid kembali di panggil KPK.

Saksi yang dipanggil bukan hanya pejabat dari HSU, namun ada juga dari Kabupaten tetangga, yakni Tabalong.

KPK memanggil anggota DPRD Tabalong dari Fraksi PDIP, Rini Irawanty (Jamela) sebagai saksi, Senin (22/11/2021).

“Hari ini Senin (22/11/2021) pemeriksaan saksi KPK terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel tahun 2021-2022, untuk tersangka AW,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di kutip dari detiknews.com.

Adanya nama Riny Irawanty dalam daftar saksi kasus korupsi Bupati HSU, justru belum diketahui oleh Ketua DPRD Mustafa, selaku rekan dan pimpinan disatu lembaga.

Mustofa mengatakan, sampai dengan hari ini, dirinya tidak ada menerima pemberitahuan apapun dari pihak KPK.

“Secara pribadi dan secara kedinasan terkait hal itu tidak ada sampai ke meja kita,” katanya ditemui dikediamannya Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Senin (22/11/2021) siang.

Menurut Mustofa, jika sesuai prosedur, kalau ada sesuatu hal yang berhubungan dengan anggota DPRD Tabalong pasti ada surat pemberitahuannya.

Bahkan, kabar Rini Irawanty dipanggil KPK baru ia ketahui setelah di konfirmasi oleh para awak media.

“Saya tidak tau berita ini, baru tau pas kebetulan ada kawan kawan wartawan yang datang mempertanyakan itu,” ujarnya.

Sementara itu, masih dikutip dari detiknews.com, selain memanggil Riny Irawanty, KPK juga memanggil 15 saksi lainnya terkait perkara ini. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan di Polres Hulu Sungai Utara.

Saksi itu di antaranya :
1. Gusti Iskandar (PT Khuripan Jaya)
2. Erik Priyanto (Kontraktor/Direktur PT Putera Dharma Raya)
3. Khairil (CV Aulia Putra)
4. Kariansyah/Haji Angkar (CV Khuripan Jaya)
5. Akhmad Farhani alias H Farhan (PT CPN/PT Surya Sapta Tosantalina)
6. Akhmad Syaiho (Karyawan PT Cahya Purna Nusaraya)
7. Rohana (PNS pada Dinas PTSP dan Penanaman Modal Kabupaten Hulu Sungai Utara)
8. Wahyuni (Swasta)
9. Heri Wahyuni (Pensiunan PNS (Mantan Plt Kepala BKPP Kabupaten Hulu Sungai Utara)
10. Ratna Dewi Yanti (Konsultan Pengawas Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang)
11. Muhammad Mathori (Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran pada BPN Kabupaten Amuntai)
12. Lukman Hakim (Swasta)
13. Anshari alias Ahok (Swasta)
14. Baihaqi Syazeli (Swasta)
15. Hidayatul Fitri (Swasta)

(Mj-42/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.