Keras! BLF Layangkan Surat Keberatan Terkait Jembatan Alalak Baru Belum Dibuka, Jika Tak Merespon Lanjut ke Presiden

oleh -365 views

Borneo Law Firm(BLF) Kalimantan Selatan, melayangkan surat keberatan kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin, apabila Jembatan Alalak Baru tak kunjung dibuka. Bahkan jika hal itu tak menuai respon pihaknya lanjut hingga ke Presiden.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Dikatakan Direktur BLF, Muhammad Pazri apabila surat perihal keberatan yang dikirimkan Kamis, 23 September 2021 itu selama 10 hari waktu kerja tak digubris maka pihaknya akan berkirim surat ke Presiden dan Kementerian PUPR RI.

“Isinya perihal banding administrasi,”  ujarnya kepada media ini, Jumat(24/9/2021) di Banjarmasin.

Menurutnya, keberatan dan banding administrasi merupakan mekanisme yang diatur dalam UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

“Yakni untuk meminta pembatalan, pencabutan, koreksi ataupun penerbitan suatu keputusan dan/atau tindakan administrasi,” terangnya.

Lanjut Pazri, keberatan merupakan langkah pertama yang dapat ditempuh dalam upaya administratif. Berikut hal-hal penting yang perlu diketahui terkait dengan pengajuan keberatan dalamPasal 77 UU AP.

“Jika keberatan tidak diselesaikan dalam 10 hari kerja, keberatan dianggap dikabulkan,” ucapnya.

Oleh karena itu, katanya jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Batola itu harus dibuka.

“Supaya  tidak ribut terus dan menjadi perbincangan hangat publik untuk keadilan. Dan saat ini urgen kebutuhan masyarakat agar tidak macet lagi,” ungkapnya.

Jika balai tetap bersikeras tidak membuka jembatan ini, maka Pazri memprediksi, akan terjadi protes terus menerus.

“Publik menjadi tidak  percaya lagi  dgn penyelenggara negara,” tandasnya.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.