Kejari Banjarmasin Lakukan Penyelidikan Dugaan Korupsi Iuran HKN

oleh -48 views

Usai menelisik, Kejaksaan Negeri(Kejari) Banjarmasin mulai lakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi iuran atau dana Hari Kesehatan Nasional(HKN) ke – 57, yang diduga melibatkan Kadinkes Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari) Banjarmasin, Tjkara Suyana Eka Putra melalui Kepala Seksi(Kasi) Intelijen, Budi Mukhlis kepada mediia ini usai gelar perkara di Kejari Banjarmasin, Kamis(18/11/2021).

“Atas dugaan tindak pidana korupsi iuran atau dana HKN, Kejaksaan Negeri Banjarmasin resmi melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” ungkapnya.

Penyelidikan ini lanjutnya akan dilakukan oleh tim gabungan antara bidang Pidana Khusus dengan bidang Intelijen Kejari Banjarmasin.

“Dengan melibatkan jaksa-jaksa senior, yang mana kredebilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Disamping itu kasus ini sudah menjadi atensi publik,” terangnya.

Kemudian sambungnya, adanya keterkaitan beberapa instansi lainnya selain Dinas Kesehatan(Dinkes) Kota Banjarmasin. Untuk itu kata Mukhlis panggilan akrabnya mengatakan bahwa beberapa pihak sudah dimintai keterangan.

“Permintaan keterangan itu ditujukan kepada Walikota Banjarmasin karena melibatkan beberapa instansi di lingkungan Pemko Banjarmasin,” ungkapnya.

Namun sayangnya, nama instansi yang diduga terlibat, Budi tidak menyebutkannya secara detail. Ia hanya mengatakan pokoknya selain Dinkes Kota Banjarmasin.

“Intinya nama, waktu, dan siapa, belum bisa kita sebutkan, khawatirnya menghambat proses penyidikan,” tandasnya.

Dirinya menegaskan, intinya pihaknya serius menangani kasus ini, karena sudah menjadi atensi publik.

Ditanya apakah Kadinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi termasuk  dalam daftar pihak yang dipanggil Kejari Banjarmasin,  Budi mengiyakan dan berucap sudah dilakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan.

“Sudah kami panggil tetapi beliau tidak sendiri bersama yang lain,”  tukasmya.

Sebelumnya, Kejari Banjarmasin menelisik informasi adanya dugaan pungutan liar (pungli) dana Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diduga ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi.

Budi mengaku sudah terima informasi terkait adanya dugaan tindakan korupsi yang bersifat Trading in Influence, atau orang-orang yang punya jabatan menggunakan pengaruhnya dan mungkin terjadi pungutan liar.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.