Keberadaan PKL di Kelayan B Jembatan Gerilya Dikeluhkan Warga

oleh -123 views
Keberadaan PKL di Bahu Jalan yang Dikeluhkan Warga. (Foto : Leon/koranbanjarmasin.com)

Pedagang Kaki Lima(PKL) di kawasan jembatan Gerilya,Jalan Kelayan B, Banjarmasin, membuat warga risih dan keberatan, pasalnya PKL tersebut menutupi rumah warga dan juga kios.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Menurut warga yang tidak ingin disebutkan namanya, selain menambah kumuh dengan keberadaani PKL, kondisi itu juga cukup merusak pandangan sebab tidak teratur.

“Juga mengganggu pengguna jalan karena berdiri di badan jalan membuat sempit jalan itu. Jadi mohon kepada pemerintah agar diterbitkan,” ucapnya kepada media ini, Sabtu(18/12/2021) di Banjarmasin.

Dirinya hanya mewakili keluhan warga lainya, yang rumahnya ikut tertutup oleh barisan PKL ini.

“Saya sudah melaporkan ke Satpol PP, namun katanya harus melalui surat pengaduan secara resmi yang ditujukan ke Satpol PP,”  ungkapnya.

Katanya, dirinya juga disarankan agar membuat surat pengaduan secara tertulis melalui aplikasi LAPOR.

“Tetapi kemarin setelah saya buat laporan di aplikasi LAPOR, tidak bisa ditolak, jadi gimana ini katanya disuruh masukan laporan di aplikasi itu,” cetusnya.

Sementara Kabid Ketertiban Umum(Tibum) Satpol PP Kota Banjarmasin ketika dikonfirmasi belum mengetahui perihal ini. Bahkan lokasinya saja ketika disebut kawasan jembatan Gerilya, dirinya balik bertanya, yang mana.

“Kurang jelas kita yang mana lah,”  katanya melalui telepon.

Untuk menindak lanjuti laporan warga itu, dirinya menyarankan membuat surat pengaduan secara tertulis yang ditujukan langsung ke Satpol PP Kota Banjarmasin.

“Nanti akan kita tanggapi,” ucapnya.

Adapun menurut pengakuan Danton Satpol PP, Ndang. PKL di kawasan jembatan Gerilya itu sebelumnya sudah pernah diterbitkan, karena memang itu kawasan yang dilarang(zona merah).

“Itukan sudah pernah kita tertibkan, kalau itu PKL itu kembali lagi kami tidak tahu karena lama tidak patroli ke daerah sana,” akunya.

Dirinya mengaku banyak PR yang diintruksikan pimpinan yang harus ditindaklanjuti, namun personel masih minim.

“Personel minim makanya pengawasan tidak maksimal,” katanya.

Ndang juga menegaskan, kalau ada penyampaian warga yang mengatakan PKL memberikan sejumlah uang ke Satpol PP agar dapat berjualan.

“Saya tegaskan itu tidak benar, itu dusta,” tegasnya.

Jalur yang diperbolehkan aja sambungnya, Satpol PP tidak memungut biaya, silahkan berjualan.

“Apalagi jelas yang dilarang mana mungkin kami meminta bayaran,” tandasnya.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.