Kasus Dugaan Korupsi Bawaslu Banjar : Tim Audit RI Temukan Adanya Penyelewengan Dana Hibah

oleh -78 views

Kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada Banjar yang menyeret salah satu oknum Sekretariat Bawaslu Banjar, hingga kini belum ada progres perkembangan sampai dimana penanganan kasus tersebut.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Namun demikian, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Teuku Dasya Kusuma Putra kepada media ini ketika wawancara via telepon mengatakan, beberapa pihak Bawaslu Banjar sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait kasus yang terjadi satu bulan telah lewat itu.

“Dan perlu diketahui, tim audit dari Inspektorat RI kemarin telah menyatakan hasil pemeriksaan sudah ada, hasilnya memang terbukti terjadi penggelapan dana itu,” ungkapnya sembari mengatakan hasil itu tidak pernah diserahkan ke Bawaslu Kalsel.

Mengapa harus menurunkan tim auditor pusat, sebab kata Dasya Bawaslu Kalsel dan kabupaten/kota  tidak mempunyai tim auditor sendiri.

Terhadap perkembangan kasus ini, pihaknya menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada penegak hukum dalam hal ini Polres Banjar.

‘Kita dukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan penyidik kepolisian terhadap oknum itu,” ucapnya.Teruntuk Bawaslu Kalsel dan jajaranya di 13 kabupaten/kota, Dasya mengingatkan agar berhati – hati dalam pengelolaan anggaran terutama dana hibah yang nilainya sangat besar.

Lanjutnya, selain harus sesuai peruntukannya, juga regiulasinya jelas. Dirinya mengaku penggunaan dana hibah sangatlah rawan. Oleh karena itu pihaknya berkordinasi dengan Bawaslu RI bagaimana menciptakan regulasi yang bisa meminimalisir terjadinya penyimpangan.

“Misal kedepan tidak ada lagi pendanaan secara manual, mungkin bisa diganti dengan sistem elektronik, karena kecil kemungkinan bisa dipalsukan,” tegasnya.

Menyikapi dugaan oknum Sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banjar yang tersandung kasus tindakan pidana korupsi dana hibah Pilkada Banjar, pihak Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan mengaku sangat kecewa, karena sudah mencoreng citra Bawaslu.

Kekecewaan ini diungkapkan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Teuku Dasya Kusuma Putra sebelumnya ketika dimintai konfirmasi oleh koranbanjar.net, Jumat (17/9/2021) lalu.

“Seharusnya ini tidak boleh terjadi, kita sangat menyayangkan dengan apa yang dilakukan oknum ini, karena mencoreng citra Bawaslu dalam menghadapi persiapan kegiatan mendatang, pokoknya kita sangat kecewa,” ucapnya.

Karena katanya, penggunaan dana hibah itu harus jelas laporan dan ada pertanggungjawaban, sudah pasti dilarang menggunkan untuk kepentingan pribadi, harus sesuai dengan peruntukan dan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terkuaknya dugaan penyalahgunaan keuangan dana hibah di lingkup Bawaslu Banjar yang nilainya berkisar Rp.1,2 Miliar ini, ditenggarai akibat tidak dapatnya melakukan laporan pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Banjar tersebut.

Belakangan juga mengemuka kabar bahwa ada salah satu oknum pejabat di lingkup Bawaslu Banjar yang melapor ke pihak kepolisian, dengan dalih menjadi korban perampokan. Menariknya pelapor tidak dapat membuktikan menjadi korban perampokan, seperti saat diminta bukti pendukung, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya hingga tidak datang lagi sampai saat ini.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.