Kajari Banjarbaru Akui Lama Menunggu Hasil Audit Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Rp6,7 Miliar

oleh -117 views

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Andri Irawan membantah isu tentang kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Senilai Rp.6,7 Miliar tersebut mandek. Dirinya mengaku masih menunggu hasil audit mengenai perhitungan kerugian keuangan negara.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Andri Irawan mengatakan dengan tegas, isu tersebut tidak benar, pihak Kejaksaan masih mengupayakan perhitungan keuangan negara(PKN) ke BPK, namun sampai saat ini belum ada hasilnya.

“Kasus KONI masih berjalan silahkan dicek ke Aspidsus, kan sudah disupervisi KPK juga,” ujarnya saat dihubungi melalui via Whatsapp, Rabu(15/9/2021).

Dirinya meminta maaf karena baru saja memberikan tanggapan tentang perkembangan kasus dana hibah dari APBD 2018 Banjarbaru, terkait dana pembinaan KONI Banjarbaru dan bonus atlet pada hasil Porprov 2017 di Tabalong ini.

“Dua minggu ini full vicon mas, mohon maaf baru saja bisa memberikan jawaban,”  ucapnya.

Lanjut Andri, pihaknya juga sudah mempertimbangkan untuk perhitungan kerugian negara ke BPKP, namun terkendala karena awalnya surat itu sudah ditujukan ke BPK oleh Kajari sebelumnya.

Ditanya apakah sudah ada penetapan tersangka, Andri justru menjawab atensi  kami penetapan tersangka Ipad.

Menurutnya, selama belum ada hasil perhitungan kerugian negara,, pihaknya belum bisa menetapkan tersangka, alat bukti minimal harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Kita nggak mau gegabah yang akhirnya juga akan merugikan proses yang sudah berjalan,”  tukasnya.

Diketahui, anggaran pencairan dana hibah dari Pemko Banjarbaru Tahun Anggaran 2018 kepada KONI Banjarbaru sebesar Rp6,7 Miliar, terbagi dari tali asih Rp 4 Miliar. Sedangkan sisanya untuk kegiatan KONI itu sendiri.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.