Jembatan Alalak ‘Basit’ Dipenuhi Sampah, Kadis DLH: “Tanyakan ke Pengelola, Jangan Menyalahkan Kami”

oleh -65 views

Belum lagi diresmikan, Jembatan Sungai Alalak atau yang dikenal Jembatan ‘Basit’ sudah dihiasi sampah berserakan di sepanjang ruas jalan jembatan, tidak diketahui kenapa tumpukan sampah tersebut dibiarkan begitu saja. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Banjarmasin melempar tanyakan masalah tersebut ke pengelola alias jangan tanyakan kepada pihaknya.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar menegaskan, persoalan sampah seharusnya tanyakan kepada pihak pengelola jembatan.

“Tanya saja kepada pihak pengelola jembatan, mengapa tidak ditaruh bak sampah di jembatan itu, tidak bisa menyalahkan kami,”  cetusnya.
Namun lanjutnya, pihaknya siap membantu jika hanya sebatas kewenangan, akan tetapi menyalahkan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui DLH adalah kurang pas.

Menurut Mukhyar jauh hari pihak pengelola seharusnya memikirkan, ketika jembatan itu dibuka berpotensi penumpukan sampah maka harus disiapkan bak sampah.

“Dan kalau bak sampah itu ditaruh di sepanjang jembatan apakah tidak merusak estetika jembatan itu sendiri, pikirkan lagi caranya gimana seharusnya seperti itu lebih awal dipikirkan,” terangnya.

Dikatakan Mukhyar hendaknya pihak pelaksana pembangunan jembatan lebih awal memprediksi dan membicarakan soal potensi – potensi yang terjadi yang dapat merusak keindahan dan kebersihan jembatan magnet wisata itu.

“Namun kami tetap sebatas kemampuan di wilayah kota banjarmasin, karena wilayah sebelah sana kan Batola,” ucapnya.

Kemudian sambungnya, entah nanti pakai kendaraan roda tiga, petugas lapangan akan melakukan pengontrolan.

Dirinya kemudian mengimbau kepada pengunjung khususnya warga Kota Banjarmasin agar bersama – sama menjaga kebersihan Jembatan Sungai Alalak.

“Kan jembatan itu indah, bersih maka kita pun bisa menikmatinya, merupakan kebanggaan kita semua,” katanya. Ditambahkannya, kalau bisa bawa kantong pelastik untuk memuat sampah bekas  makan sendiri.

“Juga untuk para pedagang harus memlerhatikan sampahnya jamgan asal buang ditinggal begitu saja,” tandasnya.

Banyaknya kendaraan menuju ke jembatan, kemacetan pun terjadi diakibatkan banyaknya warga yang memenuhi bagian jembatan. Sayangnya, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan masih rendah.  Sampah-sampah bekas makanan dibuang seenaknya.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.