Inilah 5 Bisnis Usaha yang Diprediksi Laris Manis Usai Pandemi, Simak Yuk!

oleh -16 views
Pengrajin memproduksi sabun buatan tangan ('handmade') di industri rumahan 'Bath Rituals', Taman Cimanggu, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/7/2021). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Pengrajin memproduksi sabun buatan tangan ('handmade') di industri rumahan 'Bath Rituals', Taman Cimanggu, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/7/2021). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi dunia usia di tanah air. Salah satunya di bidang bisnis. Peluang bisnis baru atau yang sebelumnya tidak pernah dilirik justru diprediksi laris usai pandemic Covid-19.

Berikut lima bisnis yang diprediksi laris usai pandemi tersebut seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Pakaian Rumahan

Pandemi membuat sektor bisnis beradaptasi dengan membuka lowongan kerja jarak jauh. Kini, karyawan tak perlu lagi ke kantor untuk menjalankan tugas. Tren ini membuat pengusaha fashion di bidang pakaian kantor anjlok. Sebaliknya, pasar untuk pakaian rumahan makin memiliki peminat. Kenyamanan dan multifungsi menjadi dua kata kunci yang bikin pakaian rumahan melejit. Kini, dengan lebih banyak tinggal di rumah orang-orang membutuhkan lebih banyak pakaian yang bisa digunakan di saat santai dan modis sekaligus saat rapat online.

2. Makanan Beku yang Sehat

Bisnis lain yang menemukan pasar saat pandemi dan diprediksi tetap laris adalah makanan beku atau frozen food. Makanan ini bakal makin laris jika dilabeli dengan makanan sehat, antara lain dengan tidak menambahkan penyedap, pengawet, dan dibuat dengan bahan-bahan organik.

Makanan beku menolong para ibu rumah tangga yang harus membagi waktu antara mengurus rumah, bekerja, dan menemani anak bersekolah yang semuanya terpusat dari rumah. Dengan beragam pilihan, makanan beku adalah jawaban atas urusan dapur keluarga.

3. Platform Digital

Bisnis platform digital bisa dibagi ke dalam berbagai jenis, namun yang diprediksi bakal menuai sukses adalah pemasaran digital atau digital marketing. Pandemi telah mengubah kebiasaan orang-orang untuk berbelanja secara daring ketimbang datang ke toko. Pengembangan kanal digital pun akan terus meroket seiring perkembangan teknologi, aplikasi, dan banyaknya perusahaan rintisan. Di samping platform digital untuk penjualan, yang tak kalah dibutuhkan adalah platform untuk layanan pesan antar.

4. Produk Ramah Lingkungan

Peningkatan volume sampah medis, khususnya masker memberi kesadaran lebih kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan. Produk-produk berkelanjutan yang ramah lingkungan diprediksi juga akan meroket setelah pandemi. Antara lain tas belanja, sustainable fashion, dan barang-barang tanpa plastik.

5. Produk yang Berkaitan dengan Empati atau Kesehatan Mental

Empati dan kesehatan mental menjadi isu sensitif selama pandemi Covid-19. Peningkatan kesadaran masyarakat akan dua hal ini membuat produk-produk yang berkaitan dengan empati dan kesehatan mental diprediksi makin laris. Orang-orang diprediksi tidak akan lagi berpikir panjang untuk memberikan sumbangan kepada yang lebih membutuhkan, serta mengikuti seminar atau membeli buku mengenai kesehatan mental.(koranbanjarmasin.com)

 Sumber : Suara.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.