Fery Penyeberangan Diduga Over Kapasitas, Parkir Mobil Mepet Hingga Penumpang Berada Didalamnya Selama Perjalanan

oleh -9 views

Kapal Laut yang sering disebut dengan Fery adalah salah satu alat transportasi di Kotabaru untuk menyeberangi antar pulau kecil, meski demikian, keselamatan terhadap penumpang menjadi hal utama dalam standart melakukan perjalanan. Baru-baru tadi warga mengeluhkan dan mengkhawatiran akibat dugaan over kapasitas atau jumlah penumpang tidak sesuai manifes, hingga menyebabkan penumpang tetap berada di dalam mobil akibat parkir yang terlalu mepet.

KOTABARU, koranbanjarmasin.com – Kapal Fery ini merupakan alat transportasi laut yang dinauingi PT ASDP, tidak hanya mengangkut penumpang manusia, namun juga mengangkut kendaraan pribadi, truk muatan barang, hingga truk muatan lainnya.

Terpantau di lapangan, seorang penumpang yang ingin menyebrang ke Kabupaten Kotabaru dari Kabupaten Tanah Bumbu, menyanpaikan rasa kecewanya terhadap pelayanan petugas dari Kapal Fery yang ditumpanginya pada, minggu (21/11/2021) malam.

Menurut dia, Keselamatan dan kenyamanan terhadap penumpang mestinya menjadi prioritas bagi jasa pelayanan, terlebih itu dibawah naungan PT ASDP Perusahaan BUMN.

“Kapal Fery ini berlayar tidak hanya membawa kendaraan roda dua, empat dan mobil-mobil angkutan barang, tapi juga mengangkut manusia. Mestinya jarak parkir di dalam kapal Fery ini harus sesuai prosedur, jangan sampai mengabaikan keselamatan penumpang,” katanya.

Duki juga mengatakan, keselamatan dalam berlayar tentu manjadi perhatian penting bagi petugas pelayanan, karena menurut Duki mereka semua berhak mendapatkan kenyamanan dalam jasa pelayaran bukan sebaliknya.

Betapa tidak saat dirinya menggunakan alat transportasi ini, penumpang yang membawa kendaraan roda empat tidak dapat keluar dari dalam mobil, akibat parkir yang terlalu mepet, sehingga selama perjalanan harus berada di dalam mobil. Kondisi itu diduga akibat over kapasitas.

Sementara itu, General Manager (GM) PT ASDP Batulicin- Kotabaru, Justan saat dikonfirmasi melalui via telpon Whatsapp menyampaikan ucapan maafnya atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang tersebut.

“Saya mohon maaf atas ketidaknyamannya ya. Dan berkenaan dengan hal tersebut, saya memastikan akan segera memberi teguran terhadap petugas di lapangan,” ucap Justan, dikonfirmasi,Senin (22/11/2021).

Semestinya sambung Justan, petugas harus menyampaikan terlebih dahulu kepada penumpang kendaraan untuk turun, terkecuali yang bersangkutan tidak mau.

“Nanti saya tegur lagi anggota di lapangan,” tandasnya.

(cah/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.