Ekonomi Rakyat Susah, Penghasilan ASN Pemko Banjarmasin Malah Ditambah

oleh -29 views

Rencana adanya kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin dinilai pengamat melukai hati rakyat.

BANJARMASIN, koranbanjarmasin.com – Pengamat Hukum dari Borneo Law Firm Banjarmasin, Muhammad Pazri berpendapat, dirinya sangat tidak sepakat dan mengkritik keras kebijakan tersebut.

“Saya  sangat tidak sepakat dan mengkritik keras kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tersebut yang diberikan pemerintah, khususnya kepada ASN Pemko Banjarmasin,” ujarnya dalam paparannya secara tertulis yang dikirim ke media ini, Selasa (24//8/2021) di Banjarmasin.

Lanjut, menurutnya sangat tidak tepat melakukan hal ini, apalagi diberikan pada saat momentum PPKM Level 4 sedang berlangsung.

“Menurut saya ASN sebenarnya tidak perlu program  atau kebijakan tersebut selama pandemi Covid-19 saat ini,” ucapnya.

“Lebih baik buat tambahan membantu masyarakat terdampak Covid paling bawah dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Pazri beragumen,  ASN merupakan kalangan yang secara ekonomi tak terdampak pandemi. Di samping itu sambungnya, kebijakan ini kontradiktif tidak pro dan melukai hati rakyat di saat pekerja swasta mengalami pemotongan gaji, bahkan sangat banyak dirumahkan dan di-PHK, namun penghasilan ASN tetap dijamin negara.

“Saya menilai masih sangat banyak masyarakat terkendala secara ekonomi di tengah pandemi. Saya khawatir kebijakan tersebut akan memicu polemik di mata publik,” katanya prihatin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.