Divonis Bebas, Junaide Terdakwa Pencuri Buah Sawit di PT. PSA Paripurna Swakarsa Ancam Tuntut Balik Perusahaan

oleh -275 views

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabaru, memvonis bebas Junaide warga asal Dusun Senipah, Desa Sesulung, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru.Junaide merupakan terdakwa kasus pencurian Buah Sawit di sebuah kebun sawit milik PT. PSA Paripurna Swakarsa

KOTABARU, koranbanjarmasin.com – Hakim Pengadilan Negeri Kotabaru, membacakan vonis dalam sidang putusan terhadap terdakwa Junaide, pada Rabu (13/10/2021) kemarin. Adapun isi putusan tersebut, menyatakan terdakwa Junaide tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam penuntut umum.

Dalam vonisnya majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan dan memerintahkan agar terdakwa segera dibebaskan dari dalam tahanan.

Sebelum vonis dibacakan Junaide sempat menjalani kurungan masa tahanan selama lima bulan, yang ditahan di Tahanan Polres Kotabaru, sejak Jumat (7/5/2021) lalu, setelah berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Pamukan Selatan Kotabaru.

Sedangkan Junaide, saat ditemui usai menjalani sidang putusan bebas pada, Rabu (13/10/2021) kemarin mengatakan, merasa keberatan atas tuduhan yang tidak pernah ia lakukan. Bahkan Junaide juga menegaskan akan menuntut balik perusahaan PT. PSA Paripurna Swakarsa karena telah membuat dirinya terkurung dalam jeruji besi selama berbulan-bulan.

“Saya dituduh dengan tuduhan yang tidak saya kerjakan, apalagi sampai dihajar dipukul seperti itu. Tidak sebanding dengan apa yang saya dapat, bahkan saya tidak menyangka bisa sampai terjadi seperti ini”, cetus Junaide dengan rasa kesalnya.

Kuasa Hukum Junaide, M Hafizd Halim menambahkan, dengan vonis bebas kline nya itu. pada prinsipnya pihaknya masih menunggu kasasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kita akan menunggu itu, dan menerima Kasasi Jaksa Penuntut Umum, kemudian kami juga akan mengajukan kontra memori. Kemudian kita akan membela lagi di Mahkamah Agung”terangnya.

Ditanya mengenai kerugian yang dialami klinenya itu, M Hafizd Halim menyebutkan, akan melaporkan balik terhadap pihak perusahaan PT. PSA Paripurna Swakarsa.

“Kita juga akan laporkan balik saksi pelapor, dan terkait kerugian lainya yang dialami kline saya itu, nanti setelah keputusan ingkrah. Akan ada langkah apa yang kami ambil. Apakah prakeadilan terhadap kesewenang-wenangan, kemudian kesewenang-wenangan dari Oknum aparat yang bertindak agresip terhadap kline kami, bisa saja kami laporkan ke Propam atau Kompolnas”, tandas Hafizd Halim.

Sementara itu, Kasi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kotabaru, Seno Aji, yang merupakan JPU, melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Achmad Riduan mengatakan, pihaknya sudah menyatakan Kasasi, setelah vonis putusan bebas terdakwa pada sidang kemarin.

“Meski kita menuntut tapi ternyata dibebaskan Hakim itu biasa. Tapi yang jelas kami wajib menyatakan Kasasi, dan setiap putusan itu kita punya waktu tujuh hari, tapi yang jelas sudah menyatakan Kasasi itu”, pungkasnya.

(cah/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.