Dishub Kota Banjarmasin Kecele Ada Kantong Parkir di Jembatan Ekowisata Pulau Bromo

oleh -49 views

Hasil pungutan retribusi parkir pengunjung jembatan ekowisata Pulau Bromo disinyalir tidak disetorkan kependapatan asli daerah(PAD) Pemerintah Kota Banjarmasin. Bahkan Dishub kota Banjarmasin sendiri berdalih tidak tahu adanya kantong parkir disana. Sementara Pokdarwis setempat mengaku semenjak ditutup akibat PPKM, sampai saat ini belum ada dinyatakan jembatan Itu dibuka, selama itu pula mengenai pengelolaan parkir secara resmi memang belum ada.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Informasi didapat dari sumber warga yang kebetulan kerap berkunjung setiap minggu ke jembatan Pulau Bromo yang diresmikan kurang lebih delapan bulan lalu, lokasi tempat parkiran di sekitaran lokasi tersebut terlihat penuh saat akhir pekan.

Menurut sumber yang tidak ingin disebut namanya itu, dirimya selalu memperhatikan jumlah kendaraan pengunjung yang parkir baik roda dua maupun mobil.

Menurutnya apabila hari Sabtu dan Minggu parkiran penuh bahkan bisa sampai ke luar pinggir jalan utama.

“Mas coba tanya ke pengelola parkirnya, apakah hasil parkir sudah masuk untuk PAD, apakah sudah ada laporan ke Dishub Kota,”  kata Sumber itu kepada media ini beberapa waktu yang lalu.

Menindaklanjuti perkataan dari Sumber tersebut, media ini langsung mendatangi  UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.

Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Banjarmasin, Abimayu mengaku belum ada laporan mengenai hasil parkir jembatan Pulau Bromo yang berada di jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin itu.

Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Banjarmasin, Abimayu. (Foto : koranbanjarmasin.com)

“Karena semenjak diberlakukannya awal pertama kali  PPKM di Kota Banjarmasin, kan akses ke jembatan pulau bromo ditutup bagi pengunjung, jadi semenjak itu tidak ada setoran parkir ke pemerintah,” ujar Abimayu.

Ditanya apakah pihaknya pernah survei atau memantau kondisi parkir di jembatan itu dalam beberapa bulan terakhir.

“Pokoknya semenjak dinyatakan ditutup sementara oleh Pemko, sampai saat ini kami belum mencek kesana(Jembatan Pulau Bromo),”  katanya.

Padahal berdasarkan informasi sumber di lapangan, dan dari hasil pengamatan media ini secara langsung, setiap menjelang akhir pekan parkir kendaraan  selalu penuh dan keadaan ini sudah berjalan kurang lebih enam bulan.

Mendengar hal itu, Abimayu kaget dan mengaku benar – benar tidak mengetahuinya. Dirinya mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih, dalam waktu segera nanti akan kami cek,”  tandasnya.

Sementara pengelola parkir ekowisata jembatan Pulau Bromo, Hamdani mengakui selama ini hasil parkir tidak disetorkan ke Dishub Kota Banjarmasin.

“Kan semenjak ditutup akibat PPKM, sampai saat ini belum ada dinyatakan Jembatan Itu dibuka, jadi mengenai pengelolaan parkir secara resmi memang belum ada,”  terangnya.

Dirinya mengatakan, selama ini pengelolaan parkir dilakukan secara swadaya, dan hasilnya untuk keperluan warga setempat terutama untuk petugas parkir, kebersihan dan lain sebagainya.

“Memang tidak ada ke PAD, karena masih belum resmi dibuka, kalau sudah resmi dibuka maka kami betul – betul secara administrasi mengelolanya tentunya untuk ke PAD,”  janjinya.

Ditanya berapa hasil parkir dalam satu hari terutama saat hari Sabtu dan Minggu. Hamdani mengatakan tidak banyak, ia bilang paling – paling cukup bayar petugas parkir yang mengaturkan kendaraan dan membayar petugas kebersihan.

Keterangan Hamdani berbeda dengan informasi sumber di lapangan yang mengatakan parkiran full saat menjelang akhir pekan.

“Kalau sudah resmi dibuka, pasti kami kelola sesuai aturan dan ketentuan yang ada,”  ucapnya.

“Kami cuman mengaturkan, dan pungutannya pun suka rela tidak ada karcis, tujuannya agar tidak semeraut aja,” klaimnya.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.