Diminta Mahasiswa Mundur, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK Sebut Itu Tidak Etis

oleh -112 views
Aksi dorong yang terjadi pada demo di depan gedung DPRD Kalsel. (foto: dok koranbanjar.net)
Aksi dorong yang terjadi pada demo di depan gedung DPRD Kalsel. (foto: dok koranbanjar.net)

Aksi demo mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam salah satu poin tuntutan meminta Supian HK agar mundur dari jabatan sebagai Ketua DPRD Kalsel. Sontak, tuntutan itu membuat politisi Golkar ini tersinggung, dan menyebutkan sebagai tindakan tidak etis.

BANJARMASIN, koranbanjarmasin.com – Alasan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK tidak bersedia menemui mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), adalah tuntutan yang bersifat personal atau pribadi.

Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK tersinggung atas salah satu dari 7 poin tuntutan yang disampaikan, karena menyangkut personal atau pribadi.

Pernyataan ini ia sampaikan kepada awak media saat berada di Kantor DPRD Kalimantan Selatan Lantai 4, di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (20/9/2021).

“Dari 7 poin itu ternyata ada 1 poin yang mengarah substansi mengarah ke person atau pribadi,”  ujarnya.

Lantas apa yang menyebabkan dirinya seolah tersinggung, ternyata dalam poin 7 itu terkait kejelasan waktu berakhirnya PPKM di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kotabaru.

“Namun di situ kita disuruh mundur, apabila tidak mengindahkan tuntutan mereka, ini ‘kan sudah tidak etis, di sini kita tidak siap,”  ucap Politisi Partai Golkar Kalsel ini.

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK. (foto: dok koranbanjar.net)
Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK. (foto: dok koranbanjar.net)

Padahal sebelumnya, dia mengaku sudah mengundang pihak-pihak terkait untuk melaksanakan audiensi. Pihak terkait ini di antaranya, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Satgas Covid, Kepala Dinas Sosial Kalimantan Selatan, dan pihak terkait lain.

“Kalau tidak salah tadi ada 16 orang semuanya kita undang,” akunya.

Pihaknya juga meminta kepada perwakilan HMI, 5 orang untuk melakukan audiensi, dan Supian juga mengklaim dari 7 tuntutan itu, 6 poin sudah dilakukan.

“Terkait audiensi kami minta 5 orang perwakilan HMI, dan ini juga sudah kami koordinasikan dengan intel Polda,” tukasnya.

Sebelumnya, lantaran tak digubris saat ingin bertemu dengan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, akhirnya puluhan Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) mencoba memaksa masuk dan menerobos barisan aparat kepolisian, hinggga nyaris terjadi bentrok.

HMI terlihat saling dorong dengan ratusan aparat kepolisan, gabungan dari Polresta Banjarmasin dan Polda Kalimantan Selatan, dan akhirnya kericuhan tak terelakkan.(yon/sir)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.