Dikabarkan Menjadi Korban Perampokan? Setelah Terendus Selewengkan Dana Hibah Rp.1,2 Miliar Dikubu Bawaslu Banjar

oleh -162 views

Terkuaknya dugaan penyalahgunaan keuangan dana hibah di lingkup Bawaslu Banjar, yang nilainya berkisar Rp.1,2 Miliar mulai mengerucut. Belakangan diketahui ada salah satu oknum pejabat Bawaslu yang melapor ke Polres Banjarbaru, yang megaku telah menjadi korban perampokan, menariknya bukti dan petunjuk serta penguat bahwa si pelapor menjadi korban perampokan tidak ditemukan.

Banjarbaru,koranbanjarmasin.com – Salah satu oknum pejabat di Bawaslu Kabupaten Banjar mengaku menjadi korban perampokan, dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru.

Menariknya pelapor tidak dapat membuktikan menjadi korban perampokan, seperti saat diminta bukti pendukung, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya hingga tidak datang lagi sampai saat ini.

Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor menjelaskan, memang pernah laporan sekitar enam bulan yang lalu. Namun, saat diminta bukti pendukungnya, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya.

“Oleh pihak Polres, meminta bukti pendukungnya seperti surat penerimaan uang atau yang lainnya. Tapi, tidak ada dan sampai sekarang tidak ada datang lagi,” ungkapnya, Rabu (15/9/2021).

Menurut kronologis yang disampaikannya, pelapor membawa uang di dalam tas dan mengendarai sepeda motor dari rumahnya menuju kantor Bawaslu di Martapura. Saat diperjalanan, tepatnya di Jalan Karang Anyar, orang tersebut merasa pusing lalu berhenti dan beristirahat di bawah pohon hingga tertidur.

“Saat bangun, baru sadar bahwa isi tas yang dibawanya hilang. Lalu melapor ke Polres Banjarbaru, dan diminta membawa bukti pendukung,” ceritanya.

“Karena syok, petugas menenangkan orang itu dan disuruh untuk pulang dulu, dan diminta kembali lagi untuk melapor dengan membawa bukti dan kalau perlu didampingi dengan anggota Bawaslu lainnya. Tapi sampai saat ini tidak ada,” sambungnya.

Bahkan, surat laporan resmi juga tidak sempat dibuat karena belum lengkap. “Jadi belum diterima lagi secara tertulisa,” ujarnya.

Terkuaknya dugaan penyalahgunaan keuangan dana hibah di lingkup Bawaslu Banjar yang nilainya berkisar Rp.1,2 Miliar ini, ditenggarai akibat tidak dapatnya melakukan laporan pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan dana hibah, dari Pemerintah Kabupaten Banjar tersebut.

(maf/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.