Demo HMI Nyaris Bentrok Lantaran Massa Ngotot Ingin Bertemu Ketua DPRD Kalsel

oleh -44 views

Lantaran tak digubris saat ingin bertemu dengan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK namun tak digubris, akhirnya puluhan Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) mencoba memaksa masuk dan menerobos barisan aparat kepolisian, hinggga nyaris terjadi bentrok.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Demonstrasi di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin depan Kantor DPRD Kalimantan Selatan, Senin(20/9/2021), yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI, saling dorong dengan ratusan aparat kepolisan,  gabungan dari Polresta Banjarmasin dan Polda Kalimantan Selatan.

Akhirnya kericuhan dan nyaris bentrok pun terjadi.

“Tahan dulu, mahasiswa sabar mahasiswa sabar, tahan dulu,” ucap salah satu anggota pengamanan demonstrasi Polresta Banjarmasin dengan menggunakan mikropon.

Saling dorong dengan pasukan baju coklat itu masih saja terjadi, mahasiswa terus berupaya memaksa masuk. Hingga berlangsung 30 menit, keadaan mulai tenang, masing – masing kelompok baik dari HMI dan aparat kepolisian menarik mundur dan agak menjauh.

Dalam aksinya pendemo menyampaikan tujuh tuntutannya yang diantaranya terkait Bansos yang tak merata.

Selain itu Pemerintah beserta pemangku kebijakan juga diminta untuk memperjelas perihal informasi program vaksinasi, serta mempercepat penyebarannya. Termasuk ransparansi Anggaran Covid-19 di Kalimantan Selatan, agar diketahui oleh seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

Disamping itu pendemo juga minta kejelasan terkait pengaturan PPKM yang jelas berupa posko penyekatan, jam malam, pemadaman lampu jalan. Termasuk melibatkan elemen Mahasiswa dalam program vaksinasi secara massif dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Islam.

Tidak hanya itu kelompok mahasiswa ini juga mempertanyakan mengenai Bantuan Sosial secara konsisten, dan dengan nilai yang sesuai bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan kebijakan PPKM di Kalimantan Selatan.

Dan tuntutan lainya yakni berkenaan membuka dan mengawasi secara serius perihal Isolasi Terpusat Covid-19 di Kab/Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kotabaru, serta kejelasan kapan berakhirnya pelaksanaan PPKM di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kota Baru.

Sebelumnnya HMI melakukan pengamatan dan terjun langsung ke lapangan. Disana HMI mendapati pedagang rumah makan mengeluh soal pemasukan yang didapat, karena waktu berdagang yang dibatasi.

HMI berpendapat, di tengah kondisi ekonomi yang anjlok sekarang ini, masyarakat mengharapkan bantuan sosial dari pihak manapun terkhusus pemerintah kota, serta stakeholder lainnya selaku pemangku kebijakan.

Menurut HMI, seharusnya anggaran penanganan Covid-19 yang mahal harus tepat sasaran, sehingga sudah sepatutnya aparatur negara mempercepat program vaksinasi untuk meningkatkan herd immunity dan informasi distribusi yang jelas.

Serta anggaran bantuan sosial secara jelas bentuk dan kegunaan diberikan kepada warga yang jelas membutuhkan, sehingga bantuan yang diberikan membantu menghidupkan perekonomian warga.

Kebijakan lainnya yang dilaksanakan oleh aparatur negara terkait penanganan Covid-19 harus dievaluasi kembali agar tidak membahayakan masyarakat dan jelas fungsinya.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.