Dari Berdagang Buah Hingga Jual Beli Besi Tua, Kini Toni Kembangkan Usaha Cafe & Carwash

oleh -32 views

Semangat bekerja keras dan tak pantang menyerah sepertinya melekat dalam diri Toni warga Banjaramsin, betapa tidak meski dihantam dampak pandemi yang semula berdagang buah dan jual beli besi tua, kini dirinya merambah bisnis Cafe Barokah dan Pencucian Mobil.

BANJARMASIN,koranbanjarmasin.com – Pemilik Cafe, Toni kepada media ini menuturkan, dibikinnya Barokah Cafe dan Carwash di tengah kebijakan PPKM level 4, tujuan utama adalah menambah pendapatan keluarga dan sekaligus membuka peluang kerja bagi pemuda yang selama ini tidak memiliki kesempatan bekerja akibat dampak pandemi.

“Saya hanya prihatin, melihat anak muda sekarang ini pergaulannya mengkhawatirkan, apalagi tidak punya pekerjaan, akhirnya mau punya uang buat belanja, melakukan berbagai cara termasuk yang dilarang, contoh jual narkoba,”  tuturnya.

Dengan adanya cafe dan pencucian mobil dan motor ini, lanjut Toni dirinya membantu anak muda yang belum bekerja atau kena PHK, agar tidak berbuat hal negatif sebab memiliki pekerjaan.

“Tentunya yang halal dan berkah,” ucapnya.

Diceritakannya, berawal dari usaha jualan buah dan jual beli besi tua, Toni mengungkapkan sempat beberapa kali jatuh bangun, bahkan hampir bangkrut akibat adanya pendemi Covid-19 yang melanda Kalimantan Selatan.

“Awal mulai PSBB berlaku di tahun 2020, usaha saya mulai goyah, jualan buah mengalami kerugian cukup besar waktu itu, kemudian jual beli besi tua pun tidak lancar akibat adanya pembatasan,” kenangnya.

Akhirnya pria ini berinisiatif merubah haluan usahanya, dengan mendirikan sebuah cafe dan pencucian mobil.

Sebelumnya, sambung Toni, tahun 2018 awal proses membangun cafe ini sempat mandek selama dua tahun, lalu pada tahun 2020  pembangunan dilanjutkan kembali.

“Akhirnya sampai selesai dan berdiri sekarang, tanggal 23 Agustus tadi mulai buka,” ucapnya.

Barokah Cafe dan Carwash ini memiliki bangunan tingkat dua, lantai dasar tempat pencucian mobil dan bar cefe. Kemudian lantai dua ruang tempat santai bagi pengunjung atau penikmat kopi, menu minuman utama cafe ini.

Selain itu bagi yang ingin melaksanakan shalat ada ruang musala dan dua ruang kamar kecil(WC). Interior bangunan ini cukup  sederhana namun terkesan elegan dengan meja dan kursi yang terbuat dari kepingin potongan pohon, namun rapi dan bersih.

Harga untuk cuci mobil dan motor cukup ekonomis mulai dari Rp.13 ribu untuk satu  buah motor, dan Rp.35 ribu hingga Rp. 50 ribu untuk mobil.

Sementara menu utama di cafe ini ada tiga macam, yakni kopi late dengan varian rasa, moktail, minuman segar bersoda dan non kopi seperti green tea, Black Forest dan lainnya.

Ditanya apakah nantinya akan menambah karyawan atau pekerja, kata Toni pasti akan menambah terutama di pencucian mobil.

“Pasti kita akan menambah pekerja mas, terutama di pencucian mobil, soalnya sering kewalahan dengan lima pekerja saat ini,” ucapnya.

Disebutkannya, satu hari hampir ada 20 motor dan delapan mobil yang masuk.

“Sekali lagi mudah – mudahan usaha ini menjadi berkah, dan membantu mengurangi pengangguran akibat ppkm,” harapnya.

(yon/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.