Bisnis Batubata Tradisional Tetap Eksis di Tengah Persaingan Produk Baru

oleh -9 views
Home industri batubata.
Home industri batubata.

Di tengah maraknya inovasi bata hebel atau yang biasa disebut sebagai bata ringan, bisnis batubata yang menguntungkan masih eksis hingga sekarang. Karena batubata masih menjadi salah satu unsur penting dalam pembuatan sebuah bangunan.

BARABAI, koranbanjarmasin.com – Desa Banua Kupang, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi salah satu desa penghasil batubata  yang sudah berdiri selama puluhan tahun.

Bahan baku untuk membuatnya yaitu tanah yang didapat dari daerah sekitar Desa Banua Kupang ataupun membeli dari gunung menggunakan mobil truk, 1 ret di bandrol dengan harga Rp200-250 ribu.

Proses pembuatan batubata pun cukup sederhana. Prosesnya dimulai dengan mengaduk tanah, mencetak, menjemur lalu membakar batubata.

Pengrajin Batubata milik Bonang yakni, Muntiara (62) sudah bekerja kurang lebih 3 tahun mengaku bisa memproduksi hingga ratusan bata per hari.

“Tergantung persediaan tanah, kalau tanahnya banyak ya bisa banyak. Sehari seratusan lebih lah ” ujar Muntiara kepada koranbanjar.net di sela aktifitasnya, Minggu (1/8/2021).

Muntiara yang bekerja sebagai pencetak bata, mengaku kalau dia mencetak bata masih secara tradisional, tanah yang sudah diaduk lalu diproses ke tempat cetak bata yang terbuat dari kayu dengan ukuran lebar 7 hingga 10 CM panjang 18 hingga 20 CM dengan ketebalan sekitar 7 CM.

Setelah proses pencetakan, dilanjutkan dengan proses penjemuran menggunakan sinar matahari. Untuk waktu penjemuran batubata biasanya memakan waktu sekitar 5 sampai 6 hari tergantung cuaca.

“Pernah gagal ngebata karena cuaca. Apalagi musim hujan susah dan gak nentu waktu penjemurannya. Pernah lagi ngebata mau menjemur tiba-tiba hujan besar. Dari tanahnya juga kalau adonannya gak bagus, batanya gampang pecah,” ungkapnya.(koranbanjarmasin.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.