Begal di Kalsel, Korban Begal Sadis Aulia Sari Berusia 14 Tahun Meninggal

oleh -11 views

Aulia Sari (14) korban pembegalan dan penganiayaan di Desa Gemuruh, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menghembuskan nafas terakhir, pada Jumat (8/10/2021). Di RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru setelah sempat koma, usai menjalani operasi luka serius di bagian mata sebelah kiri, akibat dibacok pelaku dalam aksi pembegalan pada malam itu.

KOTABARU, koranbanjarmasin.com – Aulia Sari (14) yang merukapan anak kandung dari korban Mahriani. Dimana keduanya merupakan korban aksi pembegalan oleh Asrat(26) usai pulang dari perkebunan sawit serta menganiaya korban hingga mengalami luka serius.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Aulia sempat mengalami koma, setelah menjalani operasi akibat luka serius, di bagian mata sebelah kiri akibat dibacok pelaku dalam aksi pembegalan pada malam itu.

“Benar. Aulia meninggal pagi tadi sekitar pukul 08.00 Wita, di RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru”ungkap Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Jalil, kepada awak media.

Sementara itu, Mahriani yang juga mengalami luka serius di bagian tangan dan patah tulang, saat ini masih dalam perawatan medis.
Mendengar kondisi para korban, jajaran Reskrim Polres Kotabaru dalam hal ini, Tim Macan Bamega, dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kotabaru, AKP Abdul Jalil, mengunjungi korban Mahriani di Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru.

Dalam kunjungan Satuan Resmob Polres Kotabaru ini, untuk melihat langsung kondisi korban yang saat ini masil dalam penanganan medis di Rumah Sakit.

“Jadi. Hari ini kami, bersama tim Macan Bamega mengunjungi dan melihat kondisi korban. Dan terlihat kondisi korban saat ini masih belum maksimal, sehingga kami sulit untuk komunikasi dengan korban”terang Jalil.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD PJS Kotabaru, Ernawati mengatakan, saat ini kondisi korban masih belum maksimal setelah menjalani operasi, dan mengalami luka dibagian kepala dan bagian tangan yang dipasang Gip.

Sedangkan untuk pihak rumah sakit, sambung Ernawati, akan memberikan pelayanan yang maksimal terhadap korban sesuai dari Intruksi Bupati Kotabaru Sayed Jafar.

“Untuk kondisi korban saat ini, memang sudah sadarkan diri. Namun untuk diajak komunikasi masih terbatas karena efek obat setelah menjalani operasi. Yang jelas kami akan memberikan pelayanan yang tebaik”pungkasnya.

Sebgaiman diberitakan sebelumnya, pelaku Asrat (26) sudah diamankan di Polres setempat, dan berdalih dendam kepada korban.

(cah/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.