Banjarmasin Tidak Turun-turun Level PPKM, Kadinkes Kalsel : “Pemko Harus Tetap Lakukan Pembatasan”

oleh -6 views

Pemerintah pusat melalui Kemendagri telah menetapkan bahwa Provinsi Kalsel masih menerapkan PPKM Level II. Namun berbeda dengan Kota Banjarmasin yang masih menempati posisi PPKM IV. Pemberlakuan PPKM Level IV untuk Kota Banjarmasin, disinyalir akibat masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan.

BANJARMASIN, koranbanjarmasin.com – Sesuai Instruksi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (KEMENDAGRI) Nomor 48 Tahun 2021, Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, III, II, dan I, yang berbunyi resturan atau rumah makan dan cafe berskala kecil, sedang ataupun besar baik yang berada di lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan (mall), dapat melayani makan-makan di tempat dengan pembatasan operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 25%, serta menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dr HM Muslim, Selasa (05/10/2021) mengatakan kepada koranbanjarmasin.com instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk Provinsi Kalimantan Selatan berstatus PPKM Level II.

Ada beberapa tingkatan Level PPKM di Provinsi Kalsel yaitu, Kabupaten Balangan masih berstatus PPKM Level I, Kabupaten Tanah Bumbu bestatus PPKM Level III, dan untuk Banjarmasin PPKM Level IV.

M Muslim menyampaikan, seperti yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kalsel bahwa Banjarmasin Level IV. Pemko Banjarmasin harus tetap melakukan berbagai cara, yakni penyekatan dan razia penertiban untuk selalu mengikuti protokol kesehatan oleh Satuan Tugas Covid-19 Kota Banjarmasin, dan ini berdasarkan instruksi terbaru dari Kemendagri.

Muslim menerangkan, terkait dengan PPKM Level IV di Kota Banjarmasin akan dievaluasi setiap minggu., “Pemerintah Kota Banjarmasin bisa menyikapi tempat-tempat yang memang harus mendapat pembatasan kegiatan,” katanya.

Pemerintah Kota Banjarmasin seharusnya lebih ketat dalam penertiban kawasan Jembatan Sungai Alalak. “Selain itu, tetap membatasi operasional jam malam untuk cafe dan tempat hiburan, serta memantau langsung kegiatan yang menimbulkan kerumunan,” tuturnya.

(myr/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.