Aspirasi Tak Pernah Direspon, Warga Bukit Mulia Kintap Blokade Jalan Tambang Batubara

oleh -82 views

Lantaran aspirasi warga Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, tidak mendapat respon atau tak ada realisasi bahkan terkesan diabaikan, masyarakat disanapun akhirnya aksi blokade jalan tambang.

BANJARMASIN,koranbanjarnasin.com – Informasi tersebut diketahui media ini berdasarkan sumber dari salah satu warga desa setempat bernama Pujiarto, yang memberikan keterangan melalui via telepon, Kamis(25/11/2021) di Banjarmasin.

Menurut informasi yang diberikan Pujiarto, saat ini ada tiga titik jalan tambang yang berada di kawasan Desa Bukit Mulia sedang diblokade warga.

“Untuk saat ini warga masih bertahan memblokir tiga titik jalan tambang,” ujarnya.

Sebelumnya lanjut Puji, sudah ada rapat di balai desa antara warga dengan pihak perusahaan tambang. Namun sampai sekarang kata Puji belum ada realisasinya.

“Jadi warga masih bertahan memblokir jalan ini,” ucapnya.

Adapun tuntutan warga terhadap perusahaan tambang batubara ini antara lain,membuat jalan holling sendiri, jangan melewati jalan perkampungan atau desa.

“Karena selama ini perusahaan-perusahaan tambang ini melewati jalan warga, akibatnya warga sangat terganggu, licin, banjir dan sangat berbahaya jika terjadi kecelakaan atau insiden,” bebernya.

Kemudian tuntutan berikutnya, drainase pembuangan air kolam sudah tidak maksimal, tidak berfungsi dengan baik akibatnya terjadi pencemaran lingkungan di kawasan Desa Bukit Mulia.

“Lingkunganya sudah tercemar amdalnya, selama ini buntu tidak ada pembuangan airnya,” sebut Puji.

Disamping itu dirinya juga membeberkan kiri kanan jalan warga sudah diapit oleh perusahaan tambang. “Ditengah- tengah jalan sudah seperti kolam, kalau hujan warga sudah tidak bisa lewat,” ungkapnya.

“Belum lagi debu, selama ini tidak ada sama sekali konpensasi terhadap warga,” imbuhnya.

Derita yang dialami warga Desa Bukit Mulia ini kata Puji sudah sejak lama atau puluhan tahun silam, namun puncaknya dan terkuak ke permukaan mulai di tahun 2017.

Diceritakannya, warga sudah beberapa kali menuntut melalui penyampaian aspirasi  ke perusahaan-perusahaan tambang ini namun ucap Puji tidak pernah ditanggapi.

“Bahkan ada rumah warga di bibir tambang itu sudah mau longsor, rumahnya bagus sungguh sangat mengenaskan,” bebernya lagi.

Dirinya berharap agar segera ada solusi mengenai permasalahan menahun dan sangat miris ini.

“Kami sangat berharap agar tuntutan kami diperhatikan dan secepatnya direalisasikan,” harapnya.

Aksi blokade ini bukan tanpa alasan, ini adalah bagian dari puncak kemarahan warga yang menyaksikan desa mereka penuh dengan galian bekas tambang, menyisakan kolam-kolam besar yang sempat meluap akibat hujan deras beberapa waktu lalu.

(yon/slv)

No More Posts Available.

No more pages to load.