Asal-Usul Bahasa Banjar Serta Dialek dan Terjemah, Mulai ‘Unda’ hingga ‘Culup’

oleh -54 views
ILUSTRASI = Dialek bahasa Banjar.
ILUSTRASI = Dialek bahasa Banjar.

Menurut sebagian ahli bahasa, Bahasa Banjar termasuk dalam kelompok Bahasa Melayu Borneo Timur. Nah, Bahasa Melayu Borneo Timur menurunkan dua kelompok yaitu; Borneo Utara dan Borneo Tenggara. Borneo Tenggara menurunkan satu cabang menurunkan bahasa Berau dan Kutai, satu cabang lagi disebut sebagai kelompok Borneo Selatan yang menurunkan bahasa Banjar dan Bukit.

BANJARMASIN, koranbanjarmasin.com – Beberapa dialek Melayu di Borneo ada yang hanya menurunkan 3 vokal yaitu; i,u,a. Collin (1991) menemukan gejala penyatuan vokal ‘e’ dan ‘a’ menjadi /a/ di Berau dan juga dialek lain di timur pulau Borneo yakni, dalam dialek Banjar dan Kutai (Kota Bangun).

Di tanah asalnya, Kalimantan Selatan, bahasa Banjar merupakan bahasa sastra lisan terbagi menjadi dua dialek besar yaitu, Banjar Kuala dan Banjar Hulu. Sebelum dikenal bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, pada zaman dahulu apabila berpidato, menulis atau mengarang orang Banjar menggunakan bahasa Melayu Banjar dengan menggunakan aksara Arab. Tulisan atau huruf yang digunakan umumnya huruf atau tulisan Arab gundul dengan bahasa tulis bahasa Melayu (versi Banjar). Semua naskah kuno yang ditulis dengan tangan seperti puisi, Syair Siti Zubaidah, Syair Tajul Muluk, Syair Burung Karuang, dan bahkan Hikayat Banjar dan Tutur Candi menggunakan huruf Arab berbahasa Melayu (versi Banjar).

Bahasa Banjar dihipotesiskan sebagai bahasa Melayik, seperti halnya bahasa Minangkabau, bahasa Betawi, Bahasa Iban, dan lain-lain.

Karena kedudukannya sebagai lingua franca, pemakai bahasa Banjar lebih banyak daripada jumlah suku Banjar itu sendiri. Selain di Kalimantan Selatan, bahasa Banjar yang semula sebagai bahasa suku bangsa juga menjadi lingua franca di daerah lainnya, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur serta di daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, sebagai bahasa penghubung antar suku.

Di Kalimantan Tengah, tingkat pemertahanan bahasa Banjar cukup tinggi tidak sekadar bertahan di komunitasnya sendiri, bahkan menggeser (shifting) bahasa-bahasa orang Dayak.

Penyebaran bahasa Banjar sebagai lingua franca ke luar dari tanah asalnya memunculkan varian Bahasa Banjar versi lokal yang merupakan interaksi bahasa Banjar dengan bahasa yang ada di sekitarnya misalnya bahasa Samarinda, bahasa Kumai dan lain-lain. Di sepanjang daerah hulu sungai Barito atau sering disebut kawasan Barito Raya (Tanah Dusun) dapat dijumpai bahasa Banjar versi logat Barito misalnya di kota Tamiang Layang digunakan bahasa Banjar dengan logat Dayak Maanyan.

Pemakaian bahasa Banjar dalam percakapan dan pergaulan sehari-hari di Kalimantan Selatan dan sekitarnya lebih dominan dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Berbagai suku di Kalimantan Selatan dan sekitarnya berusaha menguasai bahasa Banjar, sehingga dapat pula kita jumpai bahasa Banjar yang diucapkan dengan logat Jawa atau Madura yang masih terasa kental seperti yang kita jumpai di kota Banjarmasin.

Bahasa Banjar juga masih digunakan pada sebagian permukiman suku Banjar di Malaysia seperti di Kampung (Desa) Parit Abas, Mukim (Kecamatan) Kuala Kurau, Daerah (Kabupaten) Kerian, Negeri Perak Darul Ridzuan.

Bahasa Banjar banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa dan bahasa-bahasa Dayak.

Dalam perkembangannya, bahasa Banjar ditengarai mengalami kontaminasi dari intervensi bahasa Indonesia dan bahasa asing. Bahasa Banjar berada dalam kategori cukup aman dari kepunahan karena masih digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh masyarakat Banjar maupun oleh pendatang. Walaupun terjadi penurunan penggunaan bahasa Banjar, namun laju penurunan tersebut tidak sangat kentara. Saat ini, bahasa Banjar sudah mulai diajarkan di sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan sebagai muatan lokal. Bahasa Banjar juga memiliki sejumlah peribahasa.(wikipedia.org)

Bahasa Banjar dalam Bahasa Indonesia

Acil = Tante

Ambungan = Suka Dipuji

Apanya = Apa

Apa Gerang = Apakah

Ampas = Sisa

Andakan = Letak

Abut = Ribut

Adinda = Adik

Ading = Adik

Adu-asah = Adu domba

Ajin = Mangira/Menduga

Alah = Kalah

Apik/Engken = Kikir

Banyu = Air

Bahapal = Asal sebut

Bahayau = Melewati air rawa

Bujuran = Betul

Babujuran = Betul sekali

Bungul = Bodoh

Bakunyung =Berenang

Bakuntau = Beladiri

Buhan nyawa = Kelompok kamu

Bengkeng = Menarik

Bungas = Cantik

Bukah-bukah = Lari

Batis = Kaki

Bahira = Buang Air Besar

Bakamih = Kencing

Bakakawanan = Berkawan

Baadu = Beradu

Bini = Istri

Baaduh = Mengeluh

Ba-aga = Gagap

Ba-agak = Sombong

Ba-aksi = Berhias

Ba-ajakan = Mengolok-olok

Bulik = Pulang

Baimbai = Bersama-sama

Bakuciak = Beteriak

Ba-arit = Berhemat

Bakalahi = Berkelahi

Basambatan = Saling ejek

Ba-akai = Merintih kesakitan

Cucuk = Cocok/Coblos

Cagar = Bakal

Calap = Tergenang

Cuntan = Mencuri

Culup = Merendam

Dangsanak = Saudara

Dalas = Meski

Dalas hangit = Meski jungkir balik

Ganang = Rindu

Gonol = Besar

Galai = Lambat

Garunuman = Ngomel diam-diam

Hakun = Mau

Hanyar = Baru saja

Harat = Hebat

Ikam = Kamu

Intil = Hampir jatuh

Itihi = Lihati

Jaka = Andai

Jagau = Jago

Jangan Abut = Jangan Ribut

Katulahan = Kuawal/Durhaka

Kada = Tidak

Kada Ma-asi = Tidak patuh

Kada ba-abah = Tidak berayah

Kada usah = Tidak perlu

Kahandak saurang = Memaksakan kehendak

Kai = Kakek

Kada tahu diadat = Tidak sopan

Kanda = Kakak

Katuju = Suka

Kada katuju = Tidak suka

Kada paingatan = Pelupa

Kada Harat = Tidak hebat

Lawang = Pintu

Lalongkang = Jendela

Lakasi = Cepat

Lihai = Ahli

Limbah = Setelah

Lapah = Capek

Langkar = Cantik

Makan bakicap = Terbiasa makan dengan kecap

Mintuha Lalakian = Mertua Lak-laki

Ma-ada-ada = Fitnah

Mangganang = Merindukan
Ma-akali = Menipu

Ma-alih = Mamindah

Ma-atrit = Memundurkan mobil

Nini = Nenek

Nyawa = Kamu

Saurang = Saya sendiri

Sapa-adingan = Sepersaudaraan

Pa-agakan = Suka berhias

Pandiam = Suka diam

Pambarian = Dermawan

Purun Banar = Tega sekali

Parai = Libur/Luput dari sasaran

Tasarudup = Jatuh didahului kepala

Tajungkang = Jatuh ke belakang

Talukup = Sakit parah

Tatiharap = Jatuh ke depan posisi tiarap

Tapalanting = Jatuh sangat jauh

Tajarungkup = Jatuh saat berlari

Tasumbalit = Jatuh dalam posisi tak karuan

Tatak = Potong

Tacucuk jarum = Tertusuk jarum

Tulak = Pergi

Tapih = Sarung

Tapahurup = Tertukar

Unda = Saya

Uyuh = Capek. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.