Angkringan Kopi Lesehan Meratus Ala Mahasiswa Barabai Dengan Harga Merakyat

oleh -49 views

Angkringan yang dikelola oleh beberapa Mahasiswa di Hulu Sungai Tengah memilik konsep yang berbeda, tanpa adanya meja makan dan minum, angkringan ini hanya beralas tikar purun yang dibuka begitu saja.

Kerena angkringan ini dikelola oleh Masiswa, maka harga yang dibandrol di tempat ini pun sangat terjangkau alias merakyat.

BARABAI,koranbanjarmasin.com – Banyak spot referensi pilihan bagi masyarakat di Kota Barabai, untuk menghabiskan waktu untuk sekedar bersantai dengan menikmati minum dan makan disore dan malam hari.

Salah salah satu tempat yang baru buka dan direkomendasikan, yakni warung Angkringan Meratus, suguhan menunya sederhana, enak dan murah.

Warung Angkringan Meratus ini letaknya di Jalan Rasau, Desa Matang Ginalon, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu sungai tengah, tepatnya sebelah Komplek Hijrah, yang buka setiap hari mulai pukul 16.00 Wita hingga 23.30 Wita.

Berdiri di depan sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) duduknya pun cukup dengan lesehan saja, dengan alas tikar purun yang ditata rapi, untuk menampung pengunjung saat menikmati hidangan angkringan Meratus.

Lampu pijar kuning yang dipasang di lokasi angkringan menambah suasana menjadi berkesan layaknya sebuah cafe.

“Memang konsepnya sederhana, warung kecil dengan memanfaatkan lahan depan sekretariat,” ucap salah satu owner Angkringan Meratus, Ahmad Maulana, Selasa (5/10/2021) petang.

Kerena angkringan ini dikelola oleh Masiswa, maka harga yang dibandrol di tempat ini pun sangat terjangkau alias merakyat, mulai dari Rp.1000 hingga Rp.5000.

Lana menuturkan baru seminggu ini menggelar dagangan di angkringan ini.

“Setiap malam. Menu dari angkringan ini tak berbeda dengan umumnya. Seperti sempolan, sosis, bakso, tahu, dan tempe yang dibakar,” katanya.

Untuk minuman, sekarang hanya masih menyediakan kopi dan minuman instan.

Sajian dengan harga murah membuat angkringan ini cukup diminati pengunjung, mulai dari sekedar bersantai atau mereka yang sedang melakukan diskusi.

Pemiliknya adalah empat remaja yang gigih memulai usaha. Yakni, Muhammad Yasin, Ahmad Maulana, Ilham Habibi dan Akbar Rizaldi, yang memilih berbisnis angkringan.

Meskipun dikelola secara otodidak, tapi angkringan ini dijalankan secara profesional. Meski bisnis angkringan ini terkesan sederhana namun butuh keseriusan saat mengelolanya.

Nama angkringan Meratus sendiri dipilih karena ada rasa kebanggaan, sebab menurut mereka hanya kabupaten Hulu Sungai Tengah yang tidak ditambang sumber daya alamnya seperti batu bara, tidak dengan daerah lain yang sudah dieksploitasi alamnya.

(Mj-41/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.